NEWS

Slider

INDRALAYA AKHIRNYA MENDAPAT JUARA KE 2 PIALA GUBERNUR CUP USIA 20

Dutasumsel.com.INDRALAYA,- Bupati OI, HM.Ilyas Panji Alam, Hadiri Closing Ceremony Tournament Governor Football Cup 2019 (U-20), Minggu (23/06/19).

Diawali dengan Pertandingan Final Indralaya vs SSB Ogan Ilir 32, yang dimenangkan oleh SSB Ogan Ilir dengan skor 3-2, sekaligus menutup seluruh acara dan pembagian hadiah.

Dalam tournamen yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Tanjung Senai Indralaya tersebut, berhasil menjadi Juara I, SSB Ogan Ilir 32, juara II Indralaya, Juara III Ogan Ilir United, dan juara IV Kecamatan Indralaya Utara.


Bupati OI, HM.Ilyas Panji Alam menyampaikan dalam sambutannya sangat mengapresiasi sekali tim-tim yang sudah semangat untuk bertanding di tournament sepak bola Gubernur U20 di Kab OI ini.

“Permainan kalian sangat membanggakan, kepada tim yang berhasil menjadi juara, saya ucapkan selamat dan terimakasih, semoga dipertandingan Piala Gubernur selanjutnya yang diselenggarakan di Palembang nanti dapat menjadi juara kembali,” ucapnya.

Sementara kepada tim yang belum menjadi pemenangkan, Bupati juga mengucapkan selamat karena telah berpartisipasi memeriahkan tournament ini.

“Harapan saya kedepan Kab.Ogan Ilir menjadi lumbung pemain-pemain terbaik dikanca Nasional, Regional, dan Internasional”, tutupnya.

Closing Ceremony Tournament Governor Football Cup 2019 (U-20) juga dihadiri oleh Sekda OI, Asisten I, II, dan III Setda OI, Wakil Ketua DPRD OI, Ketua KONI OI, Dispora Provinsi Sumsel, Forkompinda OI, Kepala OPD Pemkab OI, Camat Se-Kab OI dan Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya.

Pewarta : Tim
Redaksi  :24/06/2019, dutasumsel.com

Warga Korban Kebakaran Desa Pulau Timun Mendapat Bantuan Dari Pemkab Lahat

Dutasumsel.com.LAHAT,--  Peristiwa kebakaran pada Kamis lalu pada tanggal 20/6/19 yang telah menghanguskan rumah milik Ferdinan Spingus warga di desa Pulau Timun Kecamatan Tanjung Sakti Pumi sekira pukul 02.00 WIB kini mendapatkan perhatian Pemda Lahat.

Melalui Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Lahat Penyerahan bantuan korban kebakaran dari bupati lahat kepada ferdinan spingus warga desa tanjung sakti dusun III pulau timun.

Didampingi Kepala BPBD Marjono, Kadis Dinsos Harinus menuturkan Bantuan berupa kasur,selimut,pakaian,peralatan pecah belah dan makanan.

Mewakili Warganya Camat Pumi Awang Firmansyah mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemda Lahat yang telah memberikan bantuan kepada keluarga yang mendapat musibah kebakaran.

Kemudian menurut keterangan dari warga sekitar bahwa Rumah saat malam kejadian kosong baru ketahuan sekitar jam 05.00 WIB perkiraan kejadian jam 2 malam.

Menurut warga, sekitar jam 1 malam melintasi lokasi belum ada kebakaran dan sekira pukul 05.00 WIB baru ketahuan kalau ada kebakaran.

untuk penyebab belum dapat dipastikan,karena rumah belum ada aliran listrik.

Pewarta : Novita
Redaksi  : 24/06/2019, dutasumsel.com

WABUP MENDENGARKAN PENYAMPAIAN LAPORAN PEMBAHASAN PANITIA KHUSUS

Dutaaumsel.com.LAHAT- Rapat Paripurna X persidangan ketiga tahun Sidang 2019, dalam rangka membahas Reperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Anggaran 2019 dengan agenda mendengarkan penyampaian laporan hasil pembahasan panitia khusus, yang bertempat di gedung DPRD Lahat, Senin (24/6).

Rapat paripurna ini, dihadiri Bupati Lahat Cik Ujang SH, yang dalam hal ini diwakili Wakil H. Haryanto SE MM MBA, Ketua DPRD Lahat bapak Samarudin, Asissten ll, lll, Stap Ahli, Kepala Dinas, Camat, dan anggota DPRD Lahat.

Masing masing salah satu perwakilan atau juru bicara, diminta oleh Ketua DPRD untuk menyampaikan laporan hasil pembahasan panitia khusus.

"Dipersilahkan Kepada masing-masing juru bicara untuk menyampaikan hasil laporan nya, semoga dengan sidang Paripurna ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2019", ujarnya.

Setelah mendengarkan penyampaian laporan hasil panitia khusus, sidang ini langsung ditutup oleh ketua DPRD Lahat, dan akan dilanjutkan pada jam 14.00 siang nanti. Sebagai  penutupan rapat Paripurna X persidangan ketiga tahun sidang 2019, dengan agenda yang sama.

"Diharapkan untuk anggota Dewan agar kiranya dapat hadir pada sidang penutupan nanti, dan juga pada tamu undangan sekalian yang sudah hadir", tutup ketua DPRD.

Pewarta : Novita
Redaksi  : 24/06/2019, dutasumsel.com

Jematan Darurat Di Mesuji Ambrol Lagi Gara- Gara Di Lalui Truk

Dutasumsel.com.MESUJI,-- Ambruknya jembatan Way Mesuji A di perbatasan Provinsi Lampung – Sumsel membuat pemerintah melalui Balai Besar Lampung bersama Pemda dan masyarakat setempat upayakan membangun jembatan darurat.

Namun, jembatan dengan konstruksi kayu gelam ini diperuntukan hanya bagi kendaraan pribadi (mobil) dan roda dua (sepeda motor).

Tetapi berdasarkan informasi dihimpun, ternyata jembatan darurat dengan konstruksi kayu gelam, tepatnya di bagian wilayah Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, nekat dilalui oleh kendaraan jenis truk bermuatan.

Akibatnya, truk tersebut terjerembab lantaran jembatan darurat ambruk karena memang tak mampu menahan beban yang melintas, Minggu (23/6/2019)

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 17.00 Wib ini dibenarkan oleh Kapolsek Mesuji Polres OKI AKP Darmanson. Dikatakannya, jembatan darurat di bagian wilayah Mesuji Lampung yang ambruk karena dilintasi truk. Tak lama berselang, usai Kapolres Mesuji Lampung diwawancarai oleh salah satu kru stasiun TV nasional di lokasi tersebut.

“Jadi jembatan itu jebol lagi. kejadiannya setengah jam setelah Kapolres Mesuji Lampung pulang usai diwawancarai. Tadi sudah kutanya dengan orang yang bertugas disana, karena memang wilayah Lampung itukan, kenapa bisa truk masuk. Alasannya sopir nerobos,” ungkapnya.

Kalau yang sebelah kiri, katanya lagi, yang sempat kita buka kemarin, karena saat ini sedang ada pegawai bekerja memperbaiki yang amblas, jadi dipasangi plank merah agar pengendara sementara melintas di jembatan darurat kayu.

“Tetapi karena jembatan kayu jebol, maka terpaksa kita minta dibuka lagi untuk mengurangi dan supaya jangan sampai terjadi kemacetan malam nanti, khususnya bagi kendaraan pribadi. Kalau ambruknya jembatan darurat, informasi yang didapat alasannya karena sopir nerobos,” tegasnya.

Padahal jembatan darurat itu tidak boleh dilintasi truk, lanjutnya, tetapi bagaimana ya, memang nakal – nakal sopir ini. Ditutup disini, mereka lewat sana, ditutup disana, mereka lewat disini. Karena jarak mereka untuk putar balik itu memang jauh, jadi kita kasihan dan maklumi keadaan mereka.

“Tetapi bagaimana memang tidak boleh melintas. Kalau truk yang melintas hingga sebabkan ambruknya jembatan dengan konstruksi kayu gelam tersebut. Sepertinya memang bermuatan, sebab kalau tidak bermuatan, layaknya mobil pribadi kan beda-beda tipis beratnya. Jadi dirasa tidak sampai ambruk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sekarang truk yang terjerembab di jembatan darurat kayu itu tidak ada lagi, sudah ditarik keluar dan untuk jembatan darurat diperbaiki lagi. Karena tiang penyangganya yang terbuat dari 10 batang kayu gelam itu patah, makanya diganti lagi hingga bisa tegak kembali.

Pewarta : Tim Red
Redaksi  : 23/06/2019, dutasumsel.com

Irjend PolFirli Putra OKU Jabat Kapolda Sumsel Gantikan Irjen Pol Zulkarnain Asinegara

Dutasumsel.com.PALEMBANG, -- Irjen Pol Firli adalah putera kelahiran asal Desa Lontar, Muara Jaya Kabupaten OKU Baturaja, 8 November 1963, beliau adalah seorang tokoh polisi yang tepat pada tanggal 20 Juni diangkat menjabat Kapolda Sumatera Selatan menggantikan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang dipromosikan ke Mabes Polri dengan jabatan baru sebagai Kakorairud.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan di perwira tinggi dan menengah Polri. Mutasi dan rotasi dilakukan dalam rangka tour of duty serta penyegaran organisasi.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1590/VI/KEP/2019 tertanggal 20 Mei 2019, terdapat 72 Pati dan Pamen Polri yang berganti jabatan. Salah satunya Pati Bareskrim Polri Irjen Pol Firli yang saat ini ditugaskan sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan surat tersebut, Firli ditarik dari lembaga antirasuah dan dipromosikan sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Firli menggantikan Irjen Pol Zulkarnain yang kini ditugaskan sebagai Kepala Polairud Baharkam Polri.

”Irjen Pol Firli ditarik kembali dari KPK ke Polri karena dibutuhkan organisasi dan mendapat promosi menjadi Kapolda Sumsel,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (21/6/2019).

Selain Firli, Pati Polri yang juga dimutasi yakni Irjen Pol Muhamad Chairul Noor Alamsyah dari Kakorpolairud Baharkam Polri menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Polair Baharkam Polri.

Selanjut, Brigjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho dari Dirtipideksus Bareskrim Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Adapula Brigjen Pol Tornagogo Sihombing dari Karowassidik Bareskrim Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Di tingkat Pamen, promosi juga diterima Kombes Pol Suyudi Ario Seto. Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri itu diangkat dalam jabatan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Selain itu, Kombes Pol Roycke Harry Langie dari Dirreskrimum Polda Metro Jaya diangkat dalam jabatan baru sebagai Karowassidik Bareskrim Polri dan Kombes Pol Prasetijo Utomo dari Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri diangkat dalam jabatan baru sebaga Karokorwas PPNS Bareskrim Polri.

Riwayat Jabatan Irjen Pol Firli ;

1. (2001) Polres Persiapan Lampung Timur Wakapolres,

2. Lampung Tengah Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda,

3. Metro Jaya (2005) Kapolres Kebumen (2006) Kapolres,

4. Brebes (2007) Wakapolres Metro Jakarta Pusat,

5. (2009) Asisten Sespri Presiden (2010) Dirreskrimsus,

6. Polda Jateng (2011),

7. Ajudan Wapres RI Budiono (2012),

8. Wakapolda Banten (2014),

9. Karodalops Sops Polri,

10. (2016) Wakapolda Jawa Tengah,

11. (2017)Kapolda Nusa Tenggara Barat,

12. (2018) Deputi Penindakan KPK, dan

13. Kapolda Sumatra Selatan tanggal 20 Juni 2019.

Pewarta : Doni / Tim
Redaksi  : 22/06/2019, dutasumsel.com

Diduga Ingkar Janji, Ratusan Warga Desa Air Balui Ancam Blokir Jalan Poros PT. PPA

Dutasumsel.com.MUBA, - Ratusan warga Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) didampingi Lembaga DPD-JPKP Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan menggelar aksi damai dan memblokir jalan poros lahan PT. Pratama Palm Abadi (PPA) Rabu 19/06/19.

Rencana aksi damai tersebut di gelar lantaran masyarakat Air Balui kecewa terkait janji manis manajer Estate PT. PPA, Adi Waluyo S. Karena hingga saat ini belum terealisasi sehingga memancing amarah dan menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya PT. PPA diduga kuat mengingkari surat pernyataan yang beralaskan materai.

Ketika di bincangi wartawan, Rabu19/06/19. Ketua DPD-JPKP Mura, Sancik mengatakan berdasarkan data hasil investigasi JPKP pada BPN Kab. Mura, Dinas Perizinan dan Dinas Perkebunan bahwa untuk laporan monev reguler per tri wulan tak kunjung di sampaikan pada Pemkab Mura. Dan keberadaan lahan PT. PPA ternyata terletak di dua Daerah, Kab. Muba dan Kab. Mura sehingga membuat DPD JPKP Kab.Mura meragukan akan legalitas PT. PPA yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut.

Selanjutnya ketua DPD-JPKP Kab.Mura pun mengatakan bahwasannya surat pemberitahuan untuk aksi damai telah dilayangkan ke Mapolres Musi Banyuasin.

"Surat pemberitahuan demo sudah kami berikan ke polres Muba, karena pada tanggal 26/06/19 nanti kami Lembaga DPD-JPKP Musi Rawas bersama ratusan warga Air Balui akan menggelar aksi damai dan menutup jalan poros serta menghentikan seluruh kegiatan PT PPA sesuai bunyi yang tercantum dalam surat pernyataan pada tanggal 03 April 2018 lalu," Ujar Sancik.

Kemudian ketika di singgung jumlah kisaran nominal, Sancik pun menjelaskan terkait ganti rugi lahan ternyata masih banyak warga Air Balui yang belum sepenuhnya menerima kompensasi yang sesuai kesepakatan.

"Per 1 hektare diganti rugi sebesar 8 juta rupiah dan per 1 SPH itu 2 hektare jadi totalnya 16 juta rupiah. Tapi hingga detik ini baru dibayar kurang lebih 4 juta rupiah/SPH itupun dicicil kayak bayar kredit, jadi masih kurang 12 juta rupiah/SPH dan ada ratusan SPH jumlah seluruhnya yang masuk wilayah Muba yang belum dibayar kekurangannya," Ungkap Sancik.

Sementara itu, Santo salah satu warga Desa Air Balui berharap agar pihak perusahaan segera melunasi ganti rugi lahan sehingga kedepannya tidak ada lagi konflik antara warga dengan perusahaan.

"Kami atas nama masyarakat Air Balui memintak pada PT. PPA agar segera membayar kekurangan ganti rugi lahan kami, kami sangat berharap agar Pemkab Muba dapat memfasilitasi dan menjadi penengah sehingga permasalahan kami ini selesai, karena jika di biarkan berlarut-larut takutnya nanti terjadi konflik sosial. Karena warga Air Balui sudah lelah terus menerus di bohongi," Pungkas Santo.

Pewarta : TIM
Redaksi  : 22/06/2019, dutasumsel.com

Warga Desa Pinang Banjar, Digemparkan Dengan Temuan Sesosok Mayat Laki- Laki

Dutasumsel.com.MUBA - Warga Desa Pinggir Sungai Lilin Dusun IV Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan ,digemparkan dengan penemuan sesosok Mayat, Sabtu 22/6/2019.
Sesosok Mayat tersebut tersebut beridentitas Laki laki bernama Imam Satria bin M Umar (36) dalam keadaan sudah mengambang, kemudian dilakukan pengecekan ke TKP dan jenazah di bawa ke RS sungai Lilin untuk di Visum , setelah di lakukan pemeriksaan oleh Dokter terhadap jenazah , tidak terdapat ada nya luka pada tubuh luar jenazah.

Kemudian pihak keluarga jenazah menolak di lakukan Autopsi, setelah itu jenazah di serahkan kepada pihak keluarga yaitu orang tua kandung jenazah di saksikan oleh Kepala Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti,SE,MM melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando saat dikonfirmasi mengatakan, "Ya benar ,telah ditemukan Mayat Sesosok Laki laki ,kita terima laporan tersebut dari masyarakat yang melihat kejadian tersebut, "Dikatakan Kapolres Melalui Kapolsek Sungai Lilin.

Ia menambahkan, "Polsek Sungai Lilin dibantu Polairud kemudian melakukan Olah TKP guna Penyelidikan lebih lanjut Jenazah tersebut dibawahke RS Sungai Lilin guna dilakukan Visum,"Tukasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi  : 22/06/2019, dutasumsel.com

Mediasi Masyarakat Merapi Selatan Dengan Pihak PT. LPPBJ Cukup Alot

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Gejolak masyarakat Merapi Selatan terhadap PT.LPPBJ yang  pinjam pakai jalan Kabupaten di sepanjang jalan Abdul Lani Merapi Selatan, akhirnya Pemerintahan daerah setempat bersama Tripika, Kapolsek AKP Herli, Camat Merapi Selatan A.Hasbi, Danramil Merapi Area, ketua DPD se Merapi Selatan Kecamatan mengadakan mediasi antara pihak PT LPPPBJ dengan masyarakat.

Mediasi dilaksanakan di Kantor Camat Merapi Selatan dimulai pukul 9:30 wib 22/6, pihak tergugat dihadiri Pak Sangkut dan Jon, turut hadir putra daerah Bakrun Setia Darma, perwakilan dari Sembilan Desa Merapi Selatan.

Mediasi berjalan alot, pihak penggugat dalam hal ini masyarakat tidak menyetujui perusahaan pinjam pakai jalan Kabupaten dengan alasan bahwa perusahaan belum ada perbaikan jalan  dan tidak layak untuk dilewati dan menurut masyarakat hanya menguntungkan Perusahan dan merugikan warga se Merapi Selatan.

Menanggapi hal tersebut A Hasbi selaku Camat Merapi Selatan mengatakan dengan bijak" kita berpihak kepada kepentingan orang banyak, selama ini pinjam pakai oleh PT LPPBJ selama 2 tahun, izin pinjam pakai telah habis masa berlakunya, diharapkan PT bijak dan menaati aturan yang berlaku. Hingga untuk itulah kita melayangkan surat kepada Pemkab Lahat untuk dikaji lebih dalam " pungkas Camat.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi  : 22/06/2019, dutasumsel.com

SISTEM ZONASI MUHADJIR EFFENDY MENGURANGI PUNGLI RP 400,000,000

Dutasumsel.com.JAKARTA, --
Pantas marah-marah pada sistem zonasi. Kenapa? Mari baca dengan tenang dan bahagia. (Saya menghitung di sebuah sekolah SMP di pinggiran Jakarta, dari permainan jalur prestasi, jalur zonasi, dan jalur khusus yang diselewengkan, dengan minimal 100 siswa, oknum kepala sekolah dan mafianya, mengumpulkan Rp 400,000,000,. Belum lagi BOS. Belum lagi sumbangan sukarela dengan kedok untuk membangun masjid di sekolah, dengan menghapus lapangan olahraga.)

Sistem zonasi sudah tiga kali berlangsung, sejak mengambil alih dari Anies Baswedan. Kajian tentang zonasi sudah lama ada. Hanya Mendikbud Muhadjir Effendy yang berani mengeksekusi.

Sesungguhnya yang dilakukan oleh Mendikbud adalah revolusi pendidikan secara senyap. Yang dilakukan Muhadjir membuka borok-borok, korupsi, dan kesemrawutan di dunia pendidikan.

Muhadjir membuka fakta bahwa dana Rp 20% APBN tidak digunakan semestinya untuk membangun pendidikan. Tujuan Muhadjir adalah membuat pendidikan merata, bukan semata soal sekolah favorit yang diributkan. Sekolah favorit adalah pintu beternaknya korupsi di sekolah-sekolah favorit (negeri).

Pintu jalur prestasi untuk mengakali, berkelit, menerobos sistem zonasi, terbukti menenangkan Kepala Sekolah dan orang tua murid yang mentalnya korup. Zonasi 5% kurang banyak memberi kesempatan korup yang besar. Angka revisi 15% untuk jalur prestasi membuka lebar pintu korupsi.

Anak yang berprestasi kenapa musti sekolah di sekolah ‘favorit’? Bukankah dengan prestasi, di mana pun bersekolah, di zona mana pun, tetap akan berprestasi? Bukankah anak berprestasi justru akan mendorong peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di sebuah sekolah (baca: tidak mutunya sekolah)?
Dan, itu pas sesuai dengan tujuan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia?

Kita paham infrastruktur belum merata di semua wilayah NKRI. Namun, fakta selanjutnya banyak Pemerintah Daerah (Pemda), Bupati dan Walikota tidak mengalokasikan dana pendidikan, sesuai dengan UUD 45. Gubernur pun tidak mendorong bupati dan walikota, meski hanya himbauan, kepada mereka untuk memerhatikan masalah pendidikan.

Tentu. Niat baik Muhadjir ditentang oleh mereka yang tidak senang terjadi perbaikan dan pemerataan mutu pendidikan.
Pemda kota dan kabupaten tidak bertindak, meskipun program sistem zonasi ini sudah sejak 2016. Secara bertahap dilakukan pada 2017, dan 2018. Selama tiga tahun ini Pemda-pemda harusnya membangun infrastruktur pendidikan.

Revolusi pemerataan pendidikan ini sungguh patut didukung. Jokowi pun mendukung implementasi sistem zonasi ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan memenuhi nafsu para guru dan kepala sekolah yang menikmati status quo. Angka 15% untuk memainkan sistem zonasi masih terlalu besar untuk bukan hanya sekedar mendapatkan mobil murah bagi kepala sekolah dan mafianya, setiap awal tahun ajaran.
Penulis : Ninoy N Karundeng
Redaksi: 22/06/2019, dutasumsel.com

Irjen Pol Firli Asli Wong Kito ,Bakal Jabat Kapolda Sumsel

Dutasumsel.com.PALEMBANG, -- Putra daerah Sumsel Asli Wong Kito kembali Jabat sebagai Kapolda Sumsel.

Wong Kito Asli Sumsel itu adalah Irjen Pol Firli ,yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, dipercaya Kapolri untuk menjadi Kapolda Sumsel.

Irjen Pol Firli yang merupakan Putra Prabumulih yang ditunjuk menggantikan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang juga Putra Sumsel sebagai orang nomor satu di Polda Sumsel.

Mutasi di tubuh Kepolisian ini, dikeluarkan Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian dengan TR nomor ST/1590/VI/KEP/2019 yang dikeluarkan, Kamis (20/6/2019) kemarin.

Sedangkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara akan menempati posisi barunya sebagai Kakorpolairud Baharkam Mabes Polri.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengganti jabatan Irjen Pol M Chairul Noor Alamsyah yang akan menempati jabatan barunya sebagai Analisi Kebijakan Utama Bidang Polair Baharkam Polri.

Menurut informasi yang dihimpun ,dalam waktu dekat ini akan diadakan Sertijab untuk jabatan yang telah dirombak ,hal itu berdasarkan TR yang telah dikeluarkan Polri.

Pewarta : Rian/ Tim
Redaksi  : 21/06/2019, dutasumsel.com