NEWS

Slider

Volume Sampah Selama Bulan Puasa Meningkat 15 %

Dutasumsel.com.LAHAT,--Volume sampah selama bulan suci Ramadhan meningkat, hal ini disebabkan karena pola konsumsi masyarakat meningkat. Seperti dikatakan Budi Utama Kabid pengelohan Sampah DLH ( dinas lingkungan hidupLahat ketika disambangi Awak Media diruang kerjanya pada Senin 13/5 pukul 09:00 wib

Menurut beliau hal ini biasa terjadi dari
hari biasa normalnya  didominasi sampah rumah tangga selama bulan puasa intensitas volume sampah  yang bersifat musiman meningkat terutama kulit buah kelapa muda alias dogan, semisal musim duren sampah duren juga tinggi.

Selama bulan puasa meningkat 15 persen atau dikalkulasi 20 ton perhari , pada malam harinya keranjang buah di Pasar Lematang, kita menambah 4 Armada biasanya normal 19 Armada terpusat didaerah Perkotaan. Nanti puncaknya sampah di H-7 biasanya penyisiran kita dari pukul 22 hingga pukul 03 dini hari kemudian kita angkut ke TPA Sukarami Kecamatan Gumay Talang. Diharapkan habis bulan puasa kondisi sampah normal kembali" pungkas.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi,13,05,2019.dutasumsel.com

Penutupan Sidang Paripurna IX Masa Sidang Ke 3

Dutasumsel.com.LAHAT, -- bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Lahat dibuka dan ditutup Wakil ketua I Herman, pada Senin 13/5 dihadiri Bupati serta wakil Bupati Lahat beserta Forkominda, ketua DPRD Lahat Samarudin SH,  Asistan, Staf Ahli,  Camat,  Lurah beserta rombongan GOW, Ketua TPKK dihadiri 2/3 fraksi DPRD Lahat.

Rapat dimulai dari pansus 1 berisikan tentang LKPJ ( laporan  Keterangan
 pertanggung Jawaban " Anggaran disampaikan oleh kepala daerah dibahas DPRD oleh pansus secara Internal, Pemkab Lahat sudah lebih baik dari sebelumnya, perlunya peningkatan dalam rangka pembangunan disektor Infrastruktur,  pertanggung Jawaban sudah lebih baik agar pendapatan dan belanja daerah pemerintah harus memanfatkan secara langsung kemasyarakat.

Laporan Pansus 2  tentang LKPJ akhir tahur 2018 berisikan " pemerintahan daerah dan Informasi ke Mentrian Dirjen kementrian, penyelenggaran pemerintah harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,  Pemerintahan yang baik harus Akuntabilitas,  sebagai sarana Informasi, kepada semua organisasi harus sesuai standarisasi untuk meningkatan PAD,  pelaksanaan pembangunan harus sesuai dengan Muserenbang, pemberantasan Narkoba, dan diharapkan sinergitas antara Pemkab dengan DPRD.

Laporan Pansus 1 berisikan tentang LKPJ Bupati tahun 2018 hasil kunjungan DPRD ke DPR Jakarta" FKPD disusun berdasarkan pembangunan yang telah sesuai,  Penyelenggaraan tugas, umum pemerintah yang telah sesuai dengan pendapatan belanja sesuai dengan Visi dan Misi, catatan sarana pemerintah daerah terhadap Instansi yang ada di Kabupaten Lahat.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi,13.05.2019,dutasumsel.com

Diduga Oknum TNI Mutilasi Kekasihnya, Kapendam II/Swj Akan Tindak Tegas Anggota Sesuai Hukum

Dutasumsel.com.MUBA, - Pembunuhan Gadis bernama Vera Oktaria (20) yang diduga dimutilasi oleh oknum kekasihnya sendiri, kesehariannya bekerja disalah satu Mini Market ,tepatnya Mini Market Jalan Jendral Sudirman 3 Palembang ,Sumatera Selatan.

Korban Ditemukan disalah satu penginapan yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin tepatnya di penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli RT 05 RW 03 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba, Jum'at (10/5/2019). korban diduga dibunuh pada hari Rabu (8/5/2019) oleh tersangka berinisial "DN" yang diduga memiliki hubungan Khusus dengan Korban Vera Oktaria (20).

Penemuan mayat Korban Vera Oktaria (20) meninggalkan bekas pilu yang sangat mendalam terutama orang tua Korban ,yang pada saat mendengar kabar bahwa penemuan mayat tanpa identitas itu adalah anaknya Vera Oktaria (20).

Ibunda korban yang bernama Suhartini (50) tak kuasa membendung air mata ketika meratapi jenazah anaknya yang tak bernyawa pulang dengan keadaan seperti itu, Matanya sembab dan air mata masih menetes di pipinya, seakan mengungkapkan betapa dalam kesedihan yang dirasakan ibu empat orang anak ini. Bahkan Tini, tidak sanggup mengantar jenazah Vera ke tempat peristirahatannya yang terakhir di tempat pemakaman umum (TPU) Naga Swidak Plaju kota Palembang.

Warga Jalan Tangga Takat Lorong Indah Karya Plaju kota Palembang ini hanya terduduk lemah di rumahnya dengan ditemani pihak keluarga, kerabat dan tetangga yang terus bergantian menghiburnya.

Menurut informasi yang dihimpun awak media ,korban pergi selepas pulang bekerja sekitar pukul 23.00 Wib mengenakan motor sendirian. Menurut salah satu rekan kerja korban sebut saja Bunga-red mengatakan," korban baru satu minggu bekerja ,dan setahu saya korban orangnya ramah, mudah bergaul dan sangat terkesan tidak ada masalah sama sekali," dikatakan rekan korban kepada awak media.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi perihal apakah sudah ada titik terang terkait tersangka yang secara keji telah membunuh gadis yang bernama Vera Oktaria (20).

"berdasarkan keterangan para saksi sudah 6 saksi yang menguatkan kepada tersangkanya dan hasil pemeriksaan Ilmiah melalui INAFIS di dapat Sidik Jari dari Pegangan pintu kamar mandi dan ditemukan identitas orang yang diduga sebagi pelakunya, walaupun penyidik tetap berpegang pada praduga tak bersalah, "dikatakan Kapolda kepada awak media.

Sementara itu terkait diduga Tersangka Pembunuhan yang dimana adalah seorang Oknum TNI Pangdam II/Swj melalui Djohan Darmawan Kapendam II/ Swj saat dikonfirmasi Dutasumsel.com menerangkan, "yang bersangkutan adalah siswa Sartaif di Rindam II/ Baturaja yang melakukan THTI ( Tidak Hadir Tanpa Ijin ),"terangnya kepada Dutasumsel.com Sabtu (11/5/2019).

Ia juga menambahkan ,"Sampai saat ini pihak Pomdam II/Sriwijaya bersama Polda Sumsel sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus pembunuhan yg diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI. Yang mana dalam hal ini pihak Kodam II/Swj akan melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku apabila ada anggotanya yang melakukan tindakan Pidana,"Tukasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi,11.05.2019,dutasumsel.com

Proyek Pegadaan Menu Puasa RSUD Lahat Akibatkan Para Pegawai Cleaning Servise RSUD Keracunan Massal

Dutasumsel.com.Lahat --- Proyek Pengadaan Menu Puasa untuk para Pegawai Rumah sakit Umum selama bulan Puasa yang dilakukan Rumah sakit Umum Daerah bekerjasama dengan pihak Ketiga

Teryata diduga mengandung racun dan mengakibatkan para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning servise di RSUD megalami Diare ,pusing, mual dan akhirnya muntah muntah


Dengan adanya permasalahan ini awak media mengkonfirmasi langsung ke Direktur RSUD Dr.Laila Cholik  via Wa untuk menanyakan kebenaran  info A1 ini .

Dimana kemarin tgl 10/5 saat pihak rumah sakit umum membagikan makanan berupa Taji dan kolak ke para pegawai rumah sakit hingga mengakibatkan para pegawai hari ini tgl 11/ 5  mengalami keracunan makanan.dengan kondisi Diare, mual , pusing dan muntah muntah

 Dr.Laila RSU mengatakan ( 11/5) Takjil buka puasa dibagikan tiap hari selama bulan ramadhan.bukan hanya kemaren saja.Dan kini sedang dilakukan investigasi apa penyebab terjadinya muntaber dikalangan petugas jaga sore rsud Lahat.Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,makanan/ minuman mana yang menyebabkan petugas muntaber.karena bukan hanya satu macam makanan saja yang dikonsumsi.Yang terpenting saat ini adalah menangani korban agar bisa diatasi dengan baik

Ketika dicecar pertanyaan selanjutnya kenapa proyek makanan ini dikerjakan oleh pihak ketiga yaitu ibu titi baim mantan kabag keuangan RSUD.infonya ibu ikut kerjasama di proyek ini  izin penjelasan

Dr Laila Cholik menjawab ada dua rekanan yang megerjakan menu puasa kita, siapapun bisa megerjakan asal sesuai aturan yang berlaku dan ini sudah berlangsung bertahun tahun alhamdulilah tidak pernah ada masalah, saat ini Allah baru memberikan ujian dan cobaan untuk itu kita follow up cepat pungkasnya

Lebih lanjut ditanya awak media berapa pagu anggaran dan berapa jumlah pegawai yang keracunan juga kenapa yang megerjakan pegadaan menu puasa ini ibu titi Baim mantan kabag keuangan di RSUD yang indikasinya Direktur RSUD Dr Laila cholik ikut terlibat di proyek ini
Dr.Laila Cholik tidak ada jawaban lagi.

Lilis Salah satu pegawai Cleaning servise korban keracunan megatakan mulainya kami terkena musibah ini setelah kami sesama pegawai memakan makanan juga minuman yang diberikan oleh pihak rumah sakit untuk berbuka puasa bersama di RSUD malamnya kami mulai terkena gejala perut mules, pusing, mual hingga muntah muntah dan kami dilarikan ke rumah sakit umum , hingga malam ini korban keracunan terus bertambah katanya.

Pewarta : Idham
Redaksi,11.05.2019,dutasumsel.com

Kapolda Sumsel, Angkat Bicara Terkait Kasus Mutilasi Di Musi Banyuasin

Dutasumsel.com.MUBA, - Sejumlah petugas kepolisian dan TNI mendatangi dan menggeledah rumah DP, pacar Vera Oktaria.

Diduga DP ada hubungannya dengan kemarian dan mutilasi dari Vera Oktaria. DP diketahui saat ini juga menghilang.

Dari hasil pantauan, sejumlah aparat menggeledah berapa ruangan di rumah dua tingkat milik ayah DP di lorong Taman Bacaan, Tangga Takat, Palembang, sabtu (11/5/2019) sore.

Rumah DP hanya berjarak 150 meter dari rumah korban, Vera Oktaria.

Saat dilihatkan, video saat Evakuasi korban (Vera), Leni (43) sebagai ibu kandung DP sontak langsung menangis melihat kondisi tubuh korban yang telah dimutilasi

Syamsuri (51), bapak DP mengatakan, jika memang benar anaknya terlibat maka akan diserahkan kepada pihak yang berwajib.

Petugas juga menegaskan kepada pihak keluarga, alangkah baiknya jika diserahkan oleh orang tua."Pak, bu, lebih baik tersangka diserahkan oleh kalian, kalau ketemu oleh aparat lah lain lagi ceritonyo," tegas salah seorang petugas.

Vera Oktaria (20) perempuan cantik kasir minimarket di Palembang ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel di Sungai Lilin Musi Banyuasin, sekitar 132 kilometer dari Kota Palembang.

Berikut fakta fakta yang disajikan, kronologis berdasarkan garis waktu sejak dikabarkan hilang sampai ditemukan.

Selasa 7 Mei 2019, Tampak Gelisah
Malam itu saat sedang bekerja di Indomaret Jl Jenderal Sudirman, Vera Oktaria terlihat gelisah.
Rekan tempatnya bekerja melihat paling tidak ada puluhan kali telepon masuk ke ponselnya.

"Malam itu saya mendengar telepon korban berdering kurang lebih 10 kali, terdengar korban mengangkat telepon dan berkata 'tidak bisa, tidak bisa' namun masih saja terdengar bunyi handphone nya hingga dia pulang bekerja," ujar Dwi teman sekerja Vera Oktaria.

Pukul 23.30, Vera Oktaria pamit pulang.
Sekitar satu jam kemudian, keluarga Vera Oktaria datang ke toko dan bertanya tentang keberadaan Vera yang belum juga pulang ke rumah.

Selasa 8 Mei 2019, Check In Hotel
Seorang pria berinisial D check in kamar Penginapan Sahabat Mulya, Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba." Pemesan kamar tanpa menyertakan KTP saat menginap, menurut saksi ada dua orang laki-laki dan satu perempuan, diduga korban," kata Supriadi.

Supriadi menjelaskan, pria tersebut memesan kamar pada Rabu (8/5/2019).
Jumat 10 Mei 2019, Mayat Ditemukan
Petugas penginapan mencurigai kamar nomor 06 karena bau busuk.

Sehari sebelumnya petugas penginapan juga sudah curiga namun tak berbuat apa-apa. Baru keesokan harinya mereka menghubungi polisi.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nuridin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Lokasi ditemukannya mayat perempuan yang dimutilasi di Muba, ternyata diduga akan dibakar pelaku.

Hal ini dari hasil olah tempat kejadian, bila ditemukan barang bukti minyak tanah, obat nyamuk dan korek di dalam kamar.

"Diduga, pelaku ini mau membakar kamar dengan membuat timer menggunakan korek api, minyak tanah dan obat nyamuk," ujar Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani ketika ditemui di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/5/2019).

Pentol korek yang ditempelkan di obat nyamuk, diduga sebagai timer. Sehingga, ketika kamar sudah ditinggal maka dengan sendirinya pentol korek akan terbakar dan menyulut api di tempat tidur.

Dari situlah, dengan timer yang dibuat dan ada minyak tanah di dalam kamar membuat kamar menjadi terbakar. Dengan terbakarnya kamar, pelaku berharap jejak mereka akan hilang.

"Tetapi ternyata, obat nyamuknya padam. Sehingga tidak sempat membakar pentol korek api yang menjadi pemicu api untuk membakar tempat tidur," ungkapnya.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dikonfirmasi awak media Dutasumsel.co mengatakan.

"Iya betul sekali, berdasarkan keterangan para saksi sudah 6 saksi yangg menguatkan kepada tersangkanya dan hasil pemeriksaan Ilmiah melalui INAFIS di dapat Sidik Jari dari Pegangan pintu kamar mandi dan ditemukan identitas orang yang diduga sebagi pelakunya, walaupun penyidik tetap berpegang pada praduga tak bersalah, "dikatakan Kapolda kepada Dutasumsel.com.

Pewarta : Riyan
Redaks

Lapas Kelas II B Sekayu ,Pindahkan 16 Narapidana Ke Lapas Kelas I Palembang

Dutasumsel.com.MUBA, - Mendadak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sekayu Kabupaten Muba memindahkan 16 Narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Palembang. Hal itu dilakukan karena Lapas Sekayu sudah kelebihan kapasitas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyrakatan (Ka. KPLP), Edho Dwi Saputra mengatakan pemindahan dilakukan hari ini setelah para narapidana mendapat pemberitahuan pada pukul 05.00 WIB. Jumat (10/05/2019)

“Pemindahan dilakukan dengan pemberitahuan persuasif secara dadakan kepada narapidana yang akan dipindah untuk persiapan dan pengemasan barang bawaan,” kata edho.

Proses pemindahan 16 narapidana tersebut yakni dari Lapas Sekayu, dengan menggunakan Mobil Tahanan Pinjaman dari Kejaksaan Negeri Sekayu, dengan mendapat pengawalan ketat dari 7 orang anggota Satuan Pengamanan Lapas Sekayu.

“Saat ini kondisi Lapas Sekayu sudah over kapasitas hingga 200 Persen,” tegasnya.

Lapas Sekayu sebenarnya memiliki kapasitas 300 orang dengan 10 petugas setiap regu jaga. Namun penghuninya membeludak hingga 988 orang. Maka menurut edho perlu dilakukan pemindahan.

Dengan kekuatan regu pengamanan 16 petugas setiap regu jaga, jelas ini tidak seimbang dengan jumlah penghuni saat ini

“Tidak ada pilihan lain dalam upaya melancarkan proses pembinaan dan mengatasi over kapasitas, Lapas Sekayu terpaksa mengurangi sebagian terpidananya ke Lapas Kelas 1 Palembang”, tambahnya.

Dalam hal ini, Kalapas sekayu Ronaldo Devinci Talesa A.Md Ip SH memantau proses pemindahan 16 orang narapidana lapas sekayu ke Lapas Kelas 1 Palembang tersebut dan menambahkan 16 narapidana tersebut adalah narapidana kasus narkoba dengan hukuman diatas 5 tahun.

Pemindahan ini dalam rangka memutus mata rantai jaringan peredaran Narkoba di Sumatera selatan. “Karena ada beberapa di antaranya berstatus high risk,” katanya.

“Pembinaan (narapidana) yang narkoba ini dan narapidana yang berstatus high risk ini, kan seharusnya berada di Lapas Kelas Satu, sementara di Sekayu ini kan masih Kelas Dua, jadi ada beberapa akan kita berangkatkan lagi,” ujarnya.

Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sudah 4 kali dilakukan pemindahan warga binaan untuk menekan over kapasitas dilapas sekayu, hingga Saat ini Jumlah Penghuni berjumlah 972 orang.

“Untuk menekan over kapasitas Mungkin kita melakukan pemindahan warga binaan secara berkala, dan mempermudah pengurusan pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), untuk warga binaan untuk menekan over kapasitas di lapas sekayu”, tukas Ronaldo.

Pewarta : Riyan
Redaksi,11.05.2019,dutasumsel.com

NGABUBURIT Di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin (Masjid Agung Palembang)

Dutasumsel.com.Palembang, - Menunggu waktu Berbuka Puasa Di Masjid yg sdh berganti Nama ini Menjadi Masjid sultan Mahmud Badarudin Jayo Wikramo beberapa Waktu lalu Ataw Yg di sebut SMB 1. Menjadikan salah satu Kenangan Tersendiri Bila Anda Menapakan Kaki di Kota Pempek Ini.

Dari Selesai Sholat Ashar Kegiatan kegiatan keagamaan  Diisi dengan Tadarus Alqur'an serta Ceramah ceramah  Islami  yg dapat menyejukan Rohani Sambil menunggu kultum Beduk dan Azan Maghrib dilanjutkan dengan Berbuka Puasa Bersama Serta sholat maghrib bersama sama.Sabtu (11/05/19).

 Yang setiap harinya dilakukan oleh sebagian  masyarakat kota palembang yang tidak sempat berbuka Di Rumah nya karena macet, ataupun warga yang kurang mampu,ada juga yang menyempatkan waktunya ingin dapat berbuka bersama saudaranya Sesama Muslim.

Tentu kami pun Tak ingin Melewatkan Kegiatan ini dengan menyantap Pempek Yg telah di sediakan Oleh pengurus Masjid.

Hal demikian ini Dapat menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Kegotong Royongan Serta Dapat menjadikan Kita Sebagai Manusia yang Bertaqwa Sebagai mana dalam firman ALLAH Swt." Yaa Ayyuhalladzi Naamanu qutiba alaikumusiyam kama qutiba allaladzi namin Qoblikum Laalaqum tattaqun.

 "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan Atas kamu berpuasa Sebagaimana Atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa".("Albaqarah:183 )dan kegiatan ini di lakukan setiap Hari di bulan Ramadhan "kt KI Agus Ahmad Sarnubi salah satu pengurus YAYASAN SULTAN MAHMUD BADARUDIN JAYOWIKRAMO.Mengakhiri Perbincangan Kami tersebut.

Pewarta : Doni/Red
Redaksi,11.05.2019,dutasumsel.com

Wakil Bupati Lahat Safari Religi Ke Masjid Nurul Iman Desa Geramat

Dutasumsel.com.LAHAT, -Dalam perjalanan Religi Safari Ramadhan, rombongan Wakil Bupati Lahat H. Haryanto SE. MM MBa kali ini di Masjid Nurul Iman desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu  10/5.

Tampak Sekda Lahat Drs.H.Masroni,MM, Assisten, Kepala Dinas, Camat, Dandim 0405 Lahat Letkol Sungudi  atau yang mewakili,  Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap, Kajari,  Kabupaten Lahat, sholat Isya dan Tarawih secara berjama'ah dengan masyarakat Desa Geramat, di masjid Nurul Iman Kecamatan Mulak Ulu. Jum'at 10/5/2019. Pukul. 19.00.Wib

Usai melaksanakan sholat Isya dan Tarawih secara berjama'ah langsung diadakan acara silaturahmi dan rama tama, seperti yang disampaikan Sapuan selaku Kepala Desa Geramat, dirinya mewakili masyarakat Desa Geramat merasa bangga dan senang dengan adanya kedatangan Wakil Bupati Lahat beserta rombongan, dengan bertujuan safari Ramadhan dan menunaikan sholat Isya dan Tarawih bersama masyarakat di Masjid Nurul Iman.

Wakil Bupati Lahat H. Haryanto Putra Daerah Mulak tidak lupa ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1440 H, semoga dalam menjalankan ibadah puasa selalu diberikan kesehatan dan kekuatan.

"Dalam safari ini saya tidak sendiri datang ke Desa Geramat, ada juga Sekda Lahat, Assisten, Ketua Pengadilan Negeri, Kapolres Lahat dan rombongan lainnya. Alhamdulillah kita semua masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, dimana kita baru saja telah menunaikan ibadah sholat Isya dan Tarawih bersama. Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan insya Allah bisa menjadikan kekompakan untuk membangun Kabupaten Lahat yang bercahaya", pungkas wabup.

Pewarta : Novita
Redaksi,10.05.2019,dutasumsel.com

Bupati Safari Ramadhan di Masid Al - Muhajirin Desa Purna Jaya Indralaya Utara

Dutasumsel.com.INDRALAYA, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir melalui bagian kesejahteraan rakyat setda Ogan Ilir mengadakan Safari Ramadhan di 16 kecamatan dalam kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Pada safari ramadhan tahun 2019 rombongan dibagi menjadi 5 kafilah, yakni kafilah 1 dipimpin oleh Bupati OI, kafilah 2 dipimpin oleh Setda, Kafilah 3 asisten 1, kafilah 4, Asisten 2,Kafilah 5 Asisten 3.

Hadir dalam Safari Ramadhan di Masjid Al- Muhajirin Desa Purna Jaya antara lain, Bupati HM Ilyas Panji Alam, Setda OI H. Herman, Kajari OI Adi Tyogunawan, Asisten 1,2 dan 3, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor, Kepala Kemenag Kabupaten OI, Camat Indralaya Utara Zaidan Sukarno, Kepala Desa Sekecamatan Indralaya Utara, Kepala SMP,Kepala SD sekecamatan Indralaya Utara, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, serta Masyarakat Desa Purna Jaya,
Dimalam safari ramadhan pada jumat (10/05), kafilah 1,2,3,4 dan 5  mengambil tempat di masjid  Al Muhajirin Desa Purna Jaya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Pada setiap kafilah di tiap kecamatan juga diberikan bantuan dari Baznas Ogan Ilir kepada siswa kurang mampu, dan 100 paket sembako beserta beras kepada warga kurang mampu.

Bupati  OI, HM Ilyas Panji Alam SE.S.H.M.M mengatakan bahwa safari ramadhan yang digelar bertujuan guna silaturrahmi antara pemerintah dan masyarakat begitu juga sebaliknya.
.
"Selain itu juga sebagai syiar agama Islam dimana di bulan Ramadhan yang berkah ini menjadi momen mengenalkan kepada masyarakat pembangunan Ogan Ilir kedepan dan juga menyerap aspirasi masyarakat," kata Bupati.

Ketua Baznas OI, Ustad Mukhyidin, M.A Baznas menyalurkan bantuan kepada siswa yang kirang mampu dan juga paket sembako. "Kita harap penyaluran zakat ini bermanfaat bagi masyarakat," kata Mukhyidin.

Pewarta : Sanditya
Redaksi,10 .05.2019.dutasumsel.com

Amankan SPBE, Dinkominfo Muba Akan Bentuk GOV-CSIRT

Dutasumsel.com.PALEMBANG, - Guna mengantisipasi serangan dan insiden siber atas data, informasi, infrastruktur dan aplikasi pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan membentuk Government Computer Security Respon Team (Gov-CSIRT). Hal ini dikemukakan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinkominfo Muba Dicky Meiriando, Jumat (10/05) di Palembang.

" Sebagai Kabupaten Cerdas (Smart Regency), saat ini Muba sedang gencar-gencarnya melakukan transformasi digital. Banyak perangkat daerah telah melakukan pelayanan administrasi maupun pelayanan publik berbasis elektronik. Oleh karena itu, untuk menjamin keamanan data, informasi, infrastruktur dan aplikasi dari ancaman dan serangan yang menimbulkan gangguan, kegagalan dan kerugian sehingga bisa berdampak menurunnya kredibilitas instansi pemerintahan,  maka perlu dibentuk Gov-CSIRT Muba ", jelas Dicky usai mengikuti asistensi fasilitasi pembentukan Gov-CSIRT dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selanjutnya menurut Dicky, pihaknya akan segera berkoordinasi BSSN melalui Dinkomifo Sumatera Selatan untuk mempersiapkan segala persyaratan pendaftaran Gov-CSIRT guna selanjutnya diverifikasi dan divalidasi pihak BSSN. Untuk tahap awal ini Gov-CSIRT yang akan dibentuk dengan model Tim Koordinasi yang mempunyai tugas memberikan layanan pemberiaan peringatan siber, koordinasi terkait respon atas insiden siber, koordinasi terkait respon atas kerawanan siber dan koordinasi terkait respon atas penemuan artifak.

Sementara itu, Menurut Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah pada Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Brigadir Jenderal TNI Daddy Estoe Widodo, Indonesia merupakan negara menjadi target serangan siber terbanyak. Peran Gov-CSIRT sangat diperlukan untuk melakukan penyelidkan komperehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden siber yang terjadi serta melakukan pencegahan insiden dengan cara terlibat aktif pada penilaian dan deteksi ancaman, perencanaan mitigasi dan tinjauan atas arsitektur keamanan informasi.

" Instansi Pemerintahan paling rentan terhadap serangan siber dan terjadinya insiden siber karena sistem keamanan sibernya masih lemah. Untuk itu, tahun ini BSSN mendorong terbentuknya Gov-CSIRT di Provinsi, Kabupaten dan Kota. Tugas kedepan akan lebih berat dalam menghadapi serangan siber karena teknologi semakin canggih. Oleh karena itu, Dinas Kominfo harus mampu memberikan jaminan kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan, keaslian, nirsangkal, akuntabilitas, dan keandalan terkait data dan informasi, infrastruktur dan aplikasi SPBE. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan SDM yang andal dan profesional. Nanti di tahun 2020 BSSN akan menyelenggarakan banyak pelatihan untuk SDM Keamanan Siber dan diharapkan nantinya dapat diikuti oleh Pemerintah Daerah ", jelas Daddy.

Dalam paparan Tim BSSN pada Kegiatan Asistensi Fasilitasi Pembentukan Gov-CSIRT Sektoral di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 9-10 Mei 2019 di Ruang Rapat Graha Bina Praja Kantor Gubernur Sumatera Selatan digambarkan bahwa pada tahun 2017 pada insiden atas domain go.id telah terjadi peningkatan pada insiden web defacement dengan persentase mencapai 86, 3% disusul Phising 6,7 %, Spam 5,5%, Malware 0,1% dan Brute Force 0,4 %.

Pewarta : Riyan
Redaksi,10.05.2019,dutasumsel.com