NEWS

Slider

Kepala Bappeda & Litbang Banyuasin : “Ini Pesan Presiden RI Pada Musrenbangnas”

Dutasumsel.com. BANYUASIN, — Didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Erwin Ibrahim, ST.MM.MBA, Bupati Banyuasin H Askolani, SH.MH mengutip dari arahan Presiden RI Joko Widodo pada Musrenbangnas.

Bahwa perencanaan pelaksanaan dan pencapaian pembangunan harus ada singkronisasi antara Daerah dengan Provinsi dan Pusat. Dengan demikian, pendanaanya bisa dilakukan secara shering. Pemkab Banyuasin telah melaksanakan hal itu mulai dari pembangunan insfrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan lainya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Banyuasin H Askolani usai menghadiri Musrenbangnas 2019 dan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementrian PPN/Bappenas di Hotel Shangri La Jakarta, Kamis (09/05).

Musrenbangnas tersebut dibuka langsung Presiden RI Joko Widodo dengan dihadiri seluruh Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia, untuk wujudkan Banyuasin Bangkit, maka harus pancal gas sesuai arahan Presiden RI.

Kepala Bappeda dan Litbang Banyuasin Erwin Ibrahim saat dikonfirmasi mengatkan bahwa Presiden RI Ir H Joko Widodo dalam pengarahanya Musrenbangnas mulai 9-14 Mei 2019 yang terpenting untuk peningkatan SDM ada 4 hal yang antara lain Pemerataan Infrastruktur, Reformasi Birokrasi dan Reformasi Setruktural harus betul-betul dijalankan serta Pembangunan SDM termasuk Pendidikan harus Link and Match dengan industri sehingga sesuai dengan kebutuhan dilapangan, bebernya.

Lanjut Erwin, diuraikan Presiden tentu banyak tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan Visi Indonesia dalam satu abad pada 2045 (100 tahun Indonesia merdeka), maka jangan bekerja dengan cara-cara biasa saja. Terutama untuk menjadi negara terbesar ekonomi ke-4 atau ke-5 di dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tegas Jokowi, Indonesia harus dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dibidang Infrastruktur ini Negara harus dapat mewujudkan pemerataan infrastruktur.”Semua daerah harus menyambungkan titik-titik kawasan industri, wisata, sentra industri kecil, pusat produksi pertanian dan perkebunan,” kata dia.

Presiden meminta dibidang Reformasi birokrasi dan reformasi struktural harus betul-betul dijalankan bahwa Kelembagaan dan perizinan di Pusat dan Daerah harus dipotong. Lembaga yang tidak efisien dan yang tidak memberikan kontribuisi pada negara akan dihapus. Semakin simpel dan sederhana organisasi akan semakin cepat dan fleksibel dalam berlari dan memutuskan kebijakan. Jangan teruskan pola dan tradisi lama.

“Harus dilakukan penyederhanaan perizinan. Selama 20 tahun lebih, tidak dapat menyelesaikan defisit neraca perdagangan, karena investasi dan perizinan yang berbelit, baik di Pusat dan Daerah. Banyak pengusaha datang, tetapi kita tidak bisa merealisasikan. Contohnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap/Angin/Panas Bumi semuanya ruwet. Ada 259 izin membuat investor terengah-engah. Sudah dipotong menjadi 58 izin, namun jumlah ini masih terlalu banyak, maksimal 5 izin (investasi listrik)”, ungkap dia.

Permasalahan defisit neraca perdagangan, kita harus fokus pada investasi barang ekspor dan investasi pada substitusi barang impor. Jika perlu, tidak perlu ada izin. Setelah berjalan baru diterbitkan izinya, enakkan? Dan harus ada kemauan kuat jika kita tidak ingin terjebak dalam _Middle Income Trap.

Untuk itu Presiden menegaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus diselesaikan. Yang menjadi permasalahan dari 51% tenaga kerja adalah lulusan SD. Ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan, bagaimana jutaan tenaga kerja harus di upgrade melalui training dan pelatihan agar tenaga kerja menjadi lebih baik.

“Pemerintah Pusat dan Provinsi/Kabupaten/Kota agar memberikan beasiswa sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa untuk sekolah di dalam dan luar negeri. Terutama dibidang science dan teknologi untuk bisa mengejar negara lain. Jangan terjebak pada anggaran rutinitas. Maka untuk 5 tahun kedepan jangan sampai ada stunting, gizi buruk, kematian ibu dan anak”, jelas dia.

Yang terpenting kata presiden dibidang pendidikan harus link and match dengan induastri,sehingga sesuai dengan kebutuhan di lapangan ikuti di zaman digital ekonomi tetapi SMKkita masih jurusan SMK bangunan untuk itu siapkan  SDM untuk hal baru  seperti business  process Outsourcing DiFilipina yang menghasilkan Income terbesar dari jasa jasa yang bagus Beberapa SMK sudah berubah,jangan kalah  cepat(Internet of things,3D printing virtual)
Maka ini suatu problem,tantangan dan persoalan  sudah terlihat  tinggal kita mau atau tidak untuk menyelesaikan tentu dengan upaya yang keras kita dapat
Mewujudkan  Indonesi 2045 menjadi negara ekonomi  terbesar  ke - 4  atau ke - 5 di dunia.
Tapi jika terjebak dengan rutinitas,tidak berani  berubah maka jangan bermimpi untuk itu",tendas dia.

Pewarta : Anto,cs
Redaksi,10.05.2019, dutasumsel.com

Simpan Senpi Rakitan ,Awan Dibekuk Unit Reskrim Polsek Babat Toman

Dutasumsel.com.MUBA, - Polisi Unit Reskrim Polsek Babat Toman Polres Musi Banyuasin berhasil menangkap seorang pria bernama Awan (27) warga Bedeng/Kontrakan Lk. IV Kelurahn Babat dikawasan bedeng yang tersangka tinggal pada, Rabu (08/19) siang sekitar pukul 14.00 wib.

Kanit Reskrim Polsek Babat Toman IPDA Joharmen.,SH.,M.Si mengatakan, hasil dari penggeledahan didapatlah barang bukti 1 (satu) pucuk senpira jenis Revolver berikut 3 (tiga) butir amunisinya, 1 (satu) buah tas pinggang warna biru merek Jungel Surf, ”setelah dilakukan penggeledahan, kedapatan menguasai, menyimpan senpira jenis Revolver berikut amunisinya di dalam tas pinggang warna biru merek Jungel surf, kemudian tersangka kita amankan di Polsek Babat Toman untuk proses lebih lanjut, ”kata johar, Kamis (09/19).

Berdasarkan laporan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang memiliki senjata api rakitan, atas laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka dirumah bedeng yang tersangka tempatin selanjutnya dibawa ke mapolsek untuk diperiksa.

Akibat perbuatannya, Awan dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti.,SE.,MM melalui kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin.,SH.,MH membenarkan penangkapan tersebut, ”saat ini tersangka sudah kita amankan dan sedang kita selidiki guna proses hukum lebih lanjut, ”pungkasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi,10/5/2019.dutasumsel.com

Pemkab Muba Safari Ramadhan Ke Masjid Al-Muttaqin Desa Karang Waru ,Guna Tinjau Langsung Kondisi Masyarakat

Dutasumsel.com.MUBA, - Setelah dibukanya Safari Ramadhan 1440 H Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Masjid Jami An'nur Sekayu beberapa waktu lalu, kegiatan tersebut dilanjutkan ke Masjid Al-Muttaqin Desa Karang Waru Kecamatan Lawang Wetan.
Safari kali ini dipimpin Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Kamis (9/5/2019), dengan di dampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba H Ibnu Sa'ad SSos MSi, Staf Ahli Bupati, Anggota DPRD Muba, Kepala Perangkat Daerah, Polres Muba, Kodim 0401 Muba, dan Ketua Dharma Wanita Muba.

Apriyadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Pemkab Muba setiap Bulan Ramadhan untuk meninjau langsung kondisi wilayah dan mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah dengan Masyarakat.

"Dengan terselenggaranya Safari Ramadhan ini mudah-mudahan tali silaturahmi Pemerintah dengan Masyarakat terus terjalin baik," ujarnya.

Sekda juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berkontribusi mensukseskan Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Muba.

"Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah berkontribusi aktif sehingga pesta demokrasi di Kabupaten Muba khususnya di Desa Karang Waru Kecamatan Lawang Wetan berjalan aman dan sukses," imbuhnya.

Sementara Camat Lawang Wetan Tazarni STTP MSi mengatakan saat ini kondisi masyarakat pasca Pemilu beberapa waktu lalu masih dalam keadaan kondusif.

"Kondisi lainnya juga cukup baik, setelah pelaksanaan Pemilu alhamdulillah tidak ada terjadi masalah yang dapat menimbulkan konflik," kata Tazarni.

Pada kegiatan itu juga dilaksanakan penyerahan bantuan tali asih dari BAZNAS Muba kepada 50 orang masing-masing mendapatkan Rp. 200.000, Dan bantuan dari Dinsos Muba berupa sembako untuk kaum disabilitas.

Pewarta : Riyan
Redaksi, 9/5/2019, dutasumsel.com

Mini Market Jadi Alternatif BUMDES

Dutasumsel.com.MUBA, – Pengembangan usaha mini market, bisa menjadi salah satu alternatif jenis kegiatan usaha yang dapat dikelola oleh BUMDesa sebagai bagian dari peluang dalam membangun perekonomian masyarakat desa. Ide pengelolaan mini market yang dijabarkan melalui skema BUMDesa sangat realistis untuk diterapkan di wilayah perdesan. Asumsi ini bukan tanpa alasan bila dihitung dari potensi desa yang dapat digali melalui skema perhitungan sederhana.


Seperti yang telah dilaksanakan oleh BUMDesa Sido Rejo Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, adalah salah satu dari 227 BUMDesa yang ada di Muba yang memilih pengelolaan minimarket sebagai jenis usaha yang dikelola oleh BUMDesa dengan nama BUMDesa-Mart Sumber Rejo Dengan jumlah penduduk lebih dari 1.400 jiwa atau 400 KK ditambah dengan letak startegis desa yang berada di jalan perlintasan dari Kecamatan Sekayu menuju Kecamatan Sungai Lilin menjadikan usaha minimarket memiliki pasar yang menjanjikan di Desa Sido Rejo.

Direktur BUMDesa Sumber Rejo Desa Sido Rejo, Dawam, mengungkapkan, bahwa dengan estimasi per KK yang mengeluarkan biaya untuk kebutuhan perhari adalah Rp. 50.000, maka perputaran dana perhari di Desa Sido Rejo diperkirakan mencapai Rp.20.000.000. Dengan keyakinan bahwa minimal KK yang memenuhi kebutuhan melalui BUMDesa-Mart Sumber Rejo adalah 20% dari jumlah KK, maka omzet yang bisa dihasilkan melalui usaha BUMDesa-Mart Sumber Rejo adalah Rp. 120.000.000.

“Perkiraan ini belum mencakup konsumen yang melintasi Desa Sido Rejo setiap harinya. Dengan dasar kalkulasi sederhana tersebut, Dawam sangat yakin bahwa perkembangan BUMDesa-Mart Sumber Rejo akan tumbuh pesat. Dan kalkulasi tersebut benar-benar menghasilkan omset yg tinggi untuk BUMDes-Mart Sumber Rejo. Tercatat rata-rata omset perbulan yang didapat mencapai angka Rp 200 juta s.d Rp 250juta perbulan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Sido Rejo Kecamatan Keluang, Pujiono mengungkapkan bahwa BUMDesa Sido Rejo sendiri yang dibentuk melalui Peraturan Desa Sido Rejo Nomor 05 Tahun 2016 pada tanggal 26 Juni 2016, pada tahun 2017 dan 2018 mendapatkan penyertaan modal usaha melalui dana desa.

“Penyertaan modal tersebut akan menjadi modal awal pengelolaan BUMDesa-Mart Sumber Rejo yang penyalurannya telah dilaksanakan sejak 2017,” jelasny.

Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Musi Banyuasin, H. Richard Chahyadi. AP., M.Si mengatakan sangat mendukung terhadap tumbuhnya geliat usaha didesa yang dimotori oleh keberadaan BUMDesa dengan harapan bahwa kedepan nanti, setiap kegiatan usaha ekonomi yng berada didesa nantinya akan berada di bawah naungan BUMDesa.

“Kita berharap, semua bentuk usaha yang memang memiliki dampak positif bagi daerah, dapat dirangkul kedalam BUMDes,” bebernya.

Kepala Bidang Pembangunan dan Ekonomi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Syamsuri, S.Pd., M.Si saat meninjau lokasi BUMDesa-Mart Sumber Rejo mengatakan bahwa 227 BUMDesa di Kabupaten Musi Banyusin mendapatkan penyertaan modal usaha BUMDesa, salah satunya adalah BUMDesa Sumber Rejo Desa Sido Rejo Kecamatan Keluang.

“Kami berharap bahwa masing-masing BUMDesa dapat memanfaatkan penyertaan modal tersebut sebagai momentum awal pergerakan ekonomi yang ada di Desa. Dinas PMD memiliki target bahwa pada saatnya nanti akan terbentuk holding bumdesa yang berorientasi pada kerjasama antar Bumdesa dan terciptanya inovasi produk dan jasa. Hingga nanti dapat terbentuk BUMDesa yang mandiri secara finansial, manajemen dan teknologi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada saat dilaksanakan kunjungan baru-baru ini, BUMDesa-mart Sumber rejo terlihat sedang melakukan pengembangan usaha karena melihat potensi dan progres perkembangan BUMDesa-mart Sumber rejo sendiri. Saat dikunjungi, tampak terlihat finishing tempat telah mendekati 90%. Dalam beberapa hari akan dilaksakan pembukaan resmi grosir barang selain usaha Bumdes-mart yang memang telah berjalan dengan baik.

Namun juga menjadi catatan bahwa tetap diperlukan pendidikan, pelatihan, seminar umum dan studi kasus bagi pengelola Bumdes di seluruh desa dalam Kabupaten Musi Banyuasin tentang manajemen dan pengelolaan Bumdes secara modern sehingga nantinya dapat terbentuk enterpreneurship dan manajemen profesional yang baik, yang indiktornya sendiri dapat dipenuhi melalui beberapa aspek seperti pembangunan kapasitas SDM dan manajemen operasional, pelaksnaan bisnis yang berorientasi cashflow sebagai tahap awal dan pembangunan kerjasama dengan para stake holder atau mitra bisnis.

Pewarta : Riyan
Redaksi, 9/5/2019, dutasumsel.com

Pemkab Muba Gelar Rapat Persiapan Penyusunan Peraturan Bupati Tentang ASB TA 2020

Dutasumsel.com.MUBA, - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Penyusunan Peraturan Bupati tentang Analisa Standar Belanja (ASB) Non Konstruksi dan Standar Biaya Tahun Anggaran 2020, di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba, Kamis (9/5/2019).

Rapat dipimpin langsung Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang diikuti Anggota TAPD dari Perangkat Daerah Muba.

Adapun yang dibahas dalam rapat tersebut seperti paparan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Muba Mirwan Susanto  selaku leading sektor diantaranya langkah-langkah penyusunan ASB, formula ASB, komponen biaya, dan perhitungan ASB.

Draft ASB Non Konstruksi yang disusun yakni, ASB pelatihan atau bimbingan teknis pegawai, bimbingan teknis non pegawai, sosialisasi, penyelenggaraan perlombaan, pemeliharaan kendaraan dinas, dan administrasi pengadaan konstruksi bangunan/jalan.

"Penyusunan ASB ini juga terkait dengan E-planning, dan E-budgeting, yang kita targetkan penyusunannya akhir bulan Mei 2019," jelasnya.

Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi berharap dari penyusunan ASB itu dapat menjadi pedoman serta mempermudah dan meringankan pekerjaan Pemerintah Kabupaten Muba.

"Dalam penyusunan ASB ini jangan sampai komponen-komponen. yang sudah biasa ada tidak dimasukan," dan dengan ASB ini kebih lengkap dan lebih sempurna sehingga menjadi dasar kita bersama memudahkan pekerjaaan dalam penetapan analisa standar biaya yang dilaksanakan ASN Muba ,"ujar Apriyadi.

Pewarta : Riyan
Redaksi, 9/5/2019, dutasumsel.com

Safari Ramadhan Tahun Depan, harus lewat Daratan

Dutasumsel.com.BANYUASIN, — Bupati Banyuasin berharap Safari Ramadhan Pemkab Banyuasin ke Muara Padang di tahun mendatang sudah tidak menggunakan speed boat. Hal ini dikatakannya saat menyapa warga Kecamatan Muara Padang.

“Nanti kita bersama-sama langsung pakai Mobil Saja menuju Muara Padang,” kata Askolani di Masjid Baiturrohman Desa Tirto Raharjo saat memberikan sambutannya pada acara Safari Ramdhan tersebut, Rabu (08/05).

Kedatangan Bupati Banyuasin H.Askolani, SH., MH yang didampingi Pejabat Sekda Banyuasin Drs. HM.Yusuf, M.Si disambut hangat oleh warga Desa Tirto Raharjo Kecamatan Muara Padang dalam acara Safari Romadhan dihari ke-2 berpuasa.

“Saya ketika sampai di dermaga melihat Jalan Desa Tirto Raharjo ini saya sedih kalo kemarau Banyak debu kalo hujan becek. Tapi tenang kami dari pemerintah Kabupaten Banyuasin telah menyiapkan kurang lebih 48 milyar anggaran perbaikan infrastruktur jalan pada tahun ini”, katanya.

Dikatakan Askolani, bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang tak hanya mewajibkan kita untuk berpuasa saja. Pada bulan ini, kita semua juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, sedekah, infaq, dan ibadah serta amal-amal lainnya.

“Bulan suci Ramadhan adalah jembatan untuk menyapa, mendengar langsung aspirasi rakyat dan kedekatan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bupati Askolani dihadapan masyarakat Desa Tirto Rharjo.

Dalam Acara ini juga dilakukan penyerahan bantuan Pemkab Banyuasin dan Baznas berupa Sumbangan untuk Masjid, fakir miskin, anak yatim dan kaum duafa. Bantuan diserahkan Bupati Banyuasin kepada penerima bantuan. Acara diakhiri dengan Shalat Isya dan Tarawih Berjamaah.

Pewarta : Anto
Redaksi, 9/5/2019, dutasumsel.com

Tidak Terbukti Bersalah Caleg PPP Akan Lapor Balik

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -  Kasus dugaan money politik yang dilakukan oknum Caleg DPR Kabupaten Ogan Ilir inisial AH, di dapil 4 yang akhir-akhir ini terus mencuat akhirnya selesai.

Kini caleg AH dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dituding telah melakukan dugaan money politik tersebut, dinyatakan tidak terbukti sesuai keputusan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Ogan Ilir pada tanggal, 08 Mei 2019 kemarin.

Dijelaskan dalam surat keputusan tersebut bahwa status laporannya tidak dapat ditindaklanjuti.

Dimana kasus itu sebelumnya dilaporkan oleh pelapor Mastinah terhadap terlapornya Peri, yang diduga merupakan timses Caleg AH.

Tidak dapat ditindaklanjutinya laporan tersebut dengan alasan belum ditemukannya alat bukti yang memenuhi unsur pasal 523 ayat 2 Undang-Undang RI No.7 tahun 2017 tentang pemilu.

Itu artinya oknum Caleg AH dinyatakan tidak terbukti dan aman melenggang ke kursi DPRD Kabupaten Ogan Ilir.

Menanggapi hal itu, Caleg AH, ketika dikonfirmasi dutasumsel.com, Kamis (09/05) mengatakan, jika selama ini dirinya tidak pernah meminta maupun memberikan mandat kepada siapa pun untuk memberikan apapun guna memenangkan dirinya pada waktu pemilu yang belum lama berlangsung.

Kedepan, ditegaskan AH, dirinya akan mengambil langkah konkrit dengan melaporkan kembali pelapor ke rana hukum. Karena dinilai telah mencemarkan nama baik dirinya berikut partai.

Akibat laporan yang dilaporkan oleh pelapor, lanjut AH, bukan hanya dirinya yang dirugikan sebagai caleg tetapi juga partainya PPP yang dipimpinnya.

Sehingga jumlah suara yang saat ini diperoleh sangat jauh tergerus dari 6.000 suara menjadi 1.701 suara.

“Saya pastikan hingga titik darah penghabisan akan saya kejar dan saya tuntut pelapor,” ujar AH serius.

Sementara itu, Ketua Ormas GPAB Sumsel, Yongky Ariansyah mengaku kecewa atas keputusan Bawaslu Ogan Ilir yang dinilai tidak sesuai harapan.

Dalam waktu dekat Yongky meyakinkan akan melakukan aksi demo ke Bawaslu Sumsel guna meminta keadilan dan mengusut adanya dugaan kongkalingkong di Bawaslu Ogan Ilir.

Selanjutnya akan melaporkan Bawaslu Ogan Ilir ke DKPP RI agar persoalan yang ada tuntas dan jelas duduk perkaranya.

Pewarta : Arman Red
Redaksi,9/5/2019, dutasumsel.com

POLRES BANYUASIN GELAR DOA DAN YASIIN BERSAMA DI MUSOLLA NURUL IMAN

Dutasumsel.com,BANYUASIN,-
Puluhan personil polres Banyuasin setelah apel pagi melaksanakan kegiatan bersama di Musollah Nurul Iman polres Banyuasin kamis 9/5/19 pukul  08.00 pagi

Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan rohani dan mental bagi para personil polres Banyuasin sebagai salah satu cara untuk meningkatakan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT khususnya di bulan suci Rhamadhan ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Waka polres Banyuasin Kompol Hadi Wijaya .ST ,para pejabat utama polres Banyuasin,para perwira dan bintara dan ASN polres Banyusin.

Acara di buka dengan pembacaan surat Alfatihah,kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surah yasiin bersama yang di pimpin oleh Kasat sabhara polres Banyuasin AKP. H.Arifin.

Pewarta : Alam
Redaksi ,9/5/2019, dutasumsel.com

Buka Bimtek Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT), Ini kata Camat Erwin Sani S.Sos

INDRALAYA,DS, – Camat Tanjung Raja Erwin Sani S.Sos hadir dalam rangka pembukaan Bimbingan Teknis Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT) penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu tahun 2019 Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (9/05/2019) di Aula Kantor Camat Tanjung Raja.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 15 desa, 4 kelurahan, 1 TKSK dan 3 orang pengolah data atau operator.

Di dalam sambutannya, Erwin Sani S.Sos mengatakan, perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan bagi penduduk miskin dan rentan miskin adalah merupakan salah satu agenda utama Pemerintah, Sebagaimana diamanatkan dalam peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, maka untuk itu diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, sektor swasta dan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah telah menyelenggarakan berbagai program perlindungan sosial berskala Nasional, yang menyasar 40 persen masyarakat berpenghasilan rendah. “Seperti program beras sejahtera, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Sehat yang disalurkan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS),” papar Erwin Sani.

“Sejalan dengan program ini pula, Kementrian Sosial (Kemensos) menetapkan peraturan tentang pedoman umum verifikasi dan validasi  basis data terpadu penanganan fakire miskin dan orang tidak mampu. Yakni tertuang dalam peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 28 tahun 2017,” ungkapnya menerangkan.

Dalam Permensos tersebut ungkap Erwin Sani, menyebutkan tentang fakir miskin maupun orang tidak mampu, Fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak memiliki sumber mata pencarian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi dirinya atau keluarganya. “Sedangkan orang tidak mampu adalah orang yang mempunyai sumber mata pencarian, gaji, atau upah yang hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar, namun tidak mampu membayar iuran bagi diri dan keluarganya,” ujarnya.

Terpisah Supervisor Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS NG) Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir Weni Silfiah SKM mengharapkan, melalui kegiatan Bimtek ini akan memberikan Pemahaman kepada petugas yang nantinya akan melaksanakan proses verifikasi dan validasi BDT,"kami berharap dengan bimtek ini nantinya dapat menghasilkan Data Penerima Manfaat (DPM) yang valid,tepat sasaran dan tepat waktu,"jelasnya.

Pewarta : Darius
Redaksi,9/5/2019, dutasumsel.com

Personel Kodim 0401/Muba Laksanakan Cek Kebugaran Fisik Personil

Dutasumsel.com.MUBA, - Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Arm M Saifudin Khoiruzzamani melakukan pengecekan kesehatan kebugaran tubuh Personel Kodim 0401/Muba untuk melihat sejauh mana kondisi fisik anggota dalam menjaga kesehatan tubuh, kegiatan tersebut dilaksanakan di Makodim 0401/Muba, Kamis (09/5/19).

Kegiatan ini bertujuan agar kita bisa meningkatkan Kualitas Kesehatan, sehingga dengan puasa para Prajurit dalam beraktivitas mungkin secara normal akan dikurangi tetapi melihat dari postur tubuh yang diatas Normal supaya lebih melatih tubuhnya agar bisa lebih Bugar.

Saat dikonfirmasi Dandim 0401/Muba Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani menerangkan, "Cek Kesehatan ini untuk menunjang tugas sehari hari dan yang akan datang ,dilanjutkan Pemeriksaan Postur tubuh TNI yang ideal Estetika sebagai Prajurit, "Terang Dandim kepada Dutasumsel.com

Dandim menambahkan, "Dengan tujuan Supaya, mengetahui kondisi Anggota dalam menentukan tugas yang diberikan sehingga menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan ,sebagai Prajurit yang setiap saat  selalu siap digerakkan demi kepentingan Negara harus memiliki postur yang baik sehingga tugas apapun dapat dilaksanakan tanpa terganggu oleh kondisi badan( terlalu besar atau berat).

"Sebagai prajurit yang dibanggakan dan diandalkan oleh negara harus mampu memberikan keyakinan/kepercayaan bagi rakyat bahwa TNI memang betul betul sehat dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik, "Tambah Dandim.

Ia juga menghimbau, "untuk Prajurit Kodim 0401/Muba agar menjaga kesehatan jasmani dan Rohani, Atur pola hidup, Makan dan olah raga, tetap semangat dalam menjalankan tugas demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan rencana kedepan bagi yang bodynya terlalu besar dan Over Weight akan dilaksanakan pembinaan secara Intensif oleh Satuan, "Tukasnya.

Pewarta : Riyan
Redaksi,9/5/2019, dutasumsel.com