NEWS

Slider

Ketua Tim Tirta Musi Audensi Dengan Bupati Lahat

dutasumsel.com.LAHAT, -- Bupati Lahat Cik Ujang, SH didampingi Wabup H. Haryanto, SE, MM dan Kadis PU PR Ahmad Hartawan menerima kunjungan Ir H. Stephanus selaku ketua Tim penyehat Tirta Lematang Lahat. Audensi ini digelar di Warung Mie Lukli Gunung Gajah pada pukul 09:00 wib

Bupati Lahat Cik Ujang menyambut positif dengan terjalinnya kerjasama dibidang peningkatan air bersih bersama PDAM Tirta Musi Palembang dengan Tirta Lematang maka akan memberikan pelayanan air yang nantinya sampai dirumah-rumah penduduk berkualitas baik dan layak pakai. 

Menurut Stephanus bahwa  pada Audensi ini  merupakan pertemuan yang kedua kalinya,  agenda penyampaian kegiatan pendampingan penyehatan PDAM Tirta Lematang untuk meningkatkan Kategori dari Kurang Sehat menjadi Sehat masa pendampingan selama Setahun, serta peninjauan IPA 3 Desa Karang Anyar Kecamatan Lahat Selatan yang telah mengalami kerusakan dan tak memungkinkan  untuk produksi, hal ini telah kita bicarakan secara serius dengan Bupati Lahat semoga dapat terealisasi agar supaya masyarakat Bumi Seganti Setungguan bisa menikmati Aliran air bersih sehat dan Higenis" harap Stephanus.

Senada dikatakan Ahmad Hartawan selaku plt Kadis PU PR Lahat beliau menyambut positif atas akan diperbaikinya IPA 3 di Desa Karang Anyar menurut beliau hal ini bukan mudah seperti membalik telapak tangan, nantinya Step by step pembangunannya.

Pewarta : Novita/Idham
Redaksi,03/05/19, dutasumsel.com

Ribuan Pelajar Ikuti Jalan Santai Semarakan HUT Lahat Ke 150 Perayaan Ke XXI.

dutasumsel.com LAHAT, - Ribuan pelajar di Bumi Seganti Setungguan mengikuti jalan santai ria pada pagi Jumat 3/4 pukul 06:30 wib, dalam rangka hari jadi kota Lahat ke 150 perayaan ke XXI dengan mengusung tema " Menjadikan Peradaban Masyarakat Kabupaten Lahat Lebih Baik Dan Bercahaya"

Selain pelajar jalan santai ini di ikuti Bupati Lahat  Cik Ujang, Wabup H. Haryanto SE MM. MBa beserta Forkominda juga diikuti ketua Tp- pkk, ketua GOW,  dan peserta lainnya. Antusiasme pelajar ikuti jalan santai begitu tinggi, hal ini terbukti pantauan Awak Media ketika mewawancai salah satu peserta berasal dari salah satu SMP ternama di Lahat " semoga mendapat Door Prize Kulkas Mbak, biar buka pertama nanti minum es,, " ujarnya penuh harap.

Sebelum membagikan Door Prize Bupati Lahat Cik Ujang menyampaikan pidatonya, Kegiatan jalan santai ini merupakan pengingat kepada masyarakat Lahat bahwa pentingnya olah raga demi kesehatan sekaligus memeriahkan HUT Kota Lahat ke 150 perayaan ke XXI, beliau  juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

Disesi terakhir pembacaan  dan pembagian door prize serta poto bersama.

Pewarta :Novita/Idham
Redaksi,03/05/19, dutasumsel.com

Doyok Pengedar Exstacy, Berhasil Ditangkap Unit Reskrim Polsek Sekayu

dutasumsel.com.MUBA, - Tergiur dengan keuntungan besar, pengedar yang berprofesi petani ini ditangkap aparat unit Reskrim Polsek Sekayu Polres Musi Banyuasin terkait dalam kasus Narkotika jenis Exstacy pada hari Selasa (30/19) sore.

Tersangka Herman alias Doyok (51) warga Dusun II Desa Lumpatan 1 Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin ini mengakui perbuatannya yang mana selam 3 (tiga) bulan ini tersangka mengedarkan pil Exstacy warna hijau berlogo boneka berbentuk telapak kaki dengan keuntungan lebih dari Rp.3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah) setiap bulannya,"benar sekali, kita mendapatkan tersangka berkat laporan informasi dari masyarakat kepada kita. Sebanyak 20 butir yang diduga pil Exstacy yang disimpannya didalam 1 bungkus rokok Sampoerna, saat ini sedang kita proses,"ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti.,SE, MM melalui Kapolsek Sekayu IPTU Heri Supriyanto.,SH.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di lumpatan 1 ada pengedar yang diduga berupa Exstacy, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit res IPDA Surosp.,SH beserta personilnya untuk lakukan penyelidikan, dan selasa sorenya personil unit Reskrim Polsek Sekayu langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan pada tersangka yang mana saat itu sedang duduk disamping rumahnya di Dusun II Desa lumpatan 1. Penggeledahan pun dilakukan yang akhirnya menemukan satu bungkus rokok Sampoerna yang diduga berisikan 20 (dua puluh) butir inex disamping dinding kamar mandi bawah rumah tersangka, saat ditunjukkan kepada tersangka, ia pun langsung mengakuinya,"tambah Kapolsek
"Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawah ke Mapolsek untuk diperiksa,".

Pewarta : Rian
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

Bupati Banyuasin, Askolani saat menyapa siswa-siswi SD yang ada di Banyuasin dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis

dutasumsel.com. Banyuasin,  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin menyiapkan anggaran Rp 135 Miliar untuk kesejahteraan para guru honor. Hal ini sesuai dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2019, yakni Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.

Bupati Banyuasin, Askolani berharap, ke depan dengan Program Banyuasin Cerdas, Pemkab Banyuasin bisa mewujudkan dunia pendidikan yang semakin baik, bermutu secara kualitas, dan semakin berkarakter. “Sebagai bentuk perhatian, kita juga akan membagikan secara gratis buku tulis, peralatan sekolah, seragam sekolah bagi para siswa,” katanya, Kamis (02/05).

Orang nomor satu di Banyuasin ini juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru yang bertugas di seluruh Kabupaten Banyuasin, yang tidak mengenal lelah untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Dan buat anak-anak Banyuasin kejarlah cita-cita setinggi langit, terus semangat karena masa depan bangsa ada di tangan kalian,” pungkasnya.

Pewarta : Anto
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

Banyuasin Sabet Tujuh Tropi

dutasumsel.com.Banyuasin – Pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Provinsi Sumsel ke-XXV di Kabupaten Muratara, Kontingen Kabupaten Banyuasin membawa tujuh tropi dan berada di posisi ke-4 dari 17 kontingen kabupaten dan kota.

Atas prestasi tersebut, Bupati Banyuasin, Askolani berjanji akan memberikan hadiah umroh bagi juara I. “Selamat dan sukses, terima kasih atas perjuangannya demi mengharumkan nama Kabupaten Banyuasin,” katanya, Rabu (1/5).

Askolani berpesan agar mereka yang belum berhasil mendapat juara agar tidak berkecil hati dan menjadikan sebagai motivasi untuk ke depan agar lebih baik.

“Jangan mudah berpuas diri, teruslah belajar untuk mengukir prestasi sehingga bisa membawa nama baik keluarga maupun nama Kabupaten Banyuasin yang lebih baik,” ujanya.

Pewarta :Anto
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

Bawaslu Banyuasin Laporkan KPU ke DKPP Dugaan Pelanggaran Pemilu

dutasumsel.com.BANYUASIN — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuasin, Selasa (30/04), mendatangi Sekretariat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jalan MH Thamrin No 14 Jakarta Pusat.

Kedatangan Bawaslu Banyuasin ke DKPP tersebut untuk melaporkan dugaan pelanggaran dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin di Bumi Sedulang Setudung.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Zulkifli ST saat dikonfirmasi media ini menjelaskan, laporan Bawaslu Kabupaten Banyuasin telah diterima bagian penerima laporan di lantai 5 Sekretariat DKPP.

“Laporan telah diterima bagian penerima laporan DKPP dan kita juga telah melampirkan sejumlah dokumen pendukung sebagai barang bukti,” ungkap dia saat dihubungi lewat whatsApp, Kamis (02/05).

Lanjut Zukifli, laporan disampaikan sebagaimana fakta yang terjadi pada Pemilu 17 April 2019, termasuk dukungan berbagai elemen masyarakat di Banyuasin. “Kita tunggu saja proses selanjutnya oleh DKPP,” sambung dia.

Sementara Ketua Bawaslu Banyuasin Ibzani HS, S.Pd M.Si menegaskan, selama pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 pihaknya mencatat banyak persoalan. Di antaranya keterlambatan pengiriman logisitik, logistik kurang di berbagai TPS. Tidak ada formulir C1 hingga surat suara tertukar.

“Tindakan pelaporan KPU Banyuasin kepada DKPP, merupakan langkah tegas yang diambil Bawaslu Banyuasin sebagai lembaga penegak keadilan Pemilu,” tegas Ibzani.

Dukungan masyarakat, kata Ibzani, membuat Bawaslu Banyuasin kian serius menanggapi persoalan yang terjadi. Pasalnya masyarakat sangat percaya kepada Bawaslu, dikarenakan sejauh ini tegas menindak semua pelanggaran Pemilu.

“Bawaslu telah mengeluarkan surat rekomendasi agar KPU Banyuasin di sanksi administrasi dan kode etik, kemarin melaporkan temuan ke DKPP Jakarta,” tandas dia.

Terpisah, Ketua KPU Banyuasin Agus Supriyanto SSi melalui anggota Bahrialsyah SSi menyatakan, pelaporan itu merupakan hak Bawaslu dan KPU menghormati proses DKPP oleh Bawaslu Banyuasin. “Paling penting, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan Pemilu ini,” singkat dia.

Dipihak lain yakni penggiat demokrasi di Bumi Sedulang Setudung, Darsan SP saat dihubungi sangat mengapresiasi Bawaslu sebab sudah melaporkan kelalaian KPU Banyuasin dalam pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 lalu.

“Jajaran Bawaslu Banyuasin sudah melakukan registrasi pelaporan di ruang pengaduan DKPP, ini luar biasa dan pertanda lembaga penegak keadilan Pemilu di Banyuasin bekerja,” kata dia.

Lanjut Darsan, pelaksanaan Pemilu tanpa hadirnya pengawasan struktural dan fungsional secara kokoh, berpotensi besar menimbulkan hilangnya hak pilih warga negara. Termasuk maraknya politik uang, kampanye hitam dan pemilu yang tidak sesuai aturan.

“Seperti yang terjadi di Kabupaten Banyuasin, adanya keterlambatan logistik, surat suara yang tertukar dan salah cetak. Proses pencoblosan tengah malam, hilangnya kotak suara. Dikhawatirkankan adanya dampak lanjutan pemilu yang tidak berintegritas, ialah timbulnya sengketa dan gugatan hasil Pemilu,” tegas dia.

Selain itu lanjut Darsan, pesta demokrasi yang berbiaya tinggi, tetapi hanya menghasilkan pemimpin yang legalitas dan legitimasinya diragukan.

“Anehnya, hal hal buruk ini hanya terjadi di Kabupaten Banyuasin dan ini tidak bisa ditolerir. Jadi kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Bawaslu Banyuasin, Insya Allah tugas bersama kita untuk menjaga Bawaslu,” pungkas dia.

Pewarta :Anto
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

Bupati Banyuasin H Askolani Lantik ASN Banyuasin Himbau Jangan Sombong

dutasumsel.com,BANYUASIN,  - Bupati Banyuasin H Askolani, SH.MH hari ini melantik 56 pejabat tinggi pratama Administrator, Pengawas, Fungsional Pustakawan, Fungsional yang diberikan tugas tambahan dalam lingkup Pemkab Banyuasin tahun 2019. Pelantikan yang kedua kalinya ini bertempat di Auditorium Pemkab Banyuasin, Kamis (2/5) pukul 14:00 WIB.

Dalam kata sambutannya Bupati Banyuasin H. Askolani,SH.MH yang di dampingi oleh  wakil Bupati Banyuasin H. Slmaet.S,SH,  berpesanan kepada  56 orang ASN yang barusan dilantik agar dapat bekerja secara Profesional.

"Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya, patuh aturan dan takut dengan allah swt. Ingat Jabatan itu bukan hak tapi amanah yang akan ada penanggungjawabannya baik dunia maupun akhirat, "imbuhnya.
 Lanjut Bupati, pejabat yang dilantik jangan sombong,jangan angku dan jangan menganggab bahwa dirinya yang terbaik. Namun baik atau tidak akan dilihat dari hasil kerja dan trobosan yang dilakukan selama 6 bulan kedepan.

"Silahkan bekerja, masyarakat menanti inovasi dan hasil kerja saudara. Jangan ada lagi yang berpikir bahwa di Dinas ini katik lokak, Dinas ini kering dan Dinas itu basah. PNS yang berpikir sepeni ini, bisa dibilang PNS kurang ajar, "tegasnya dengan nada tinggi.

 Sambung Bupati, yang namanya pengabdian, tidak semua harus di ukur dengan uang namun jika kerjanya baik dan ada manfaatnya bagi masyarakat tentu akan menjadi amal disisi allah swt.

"Jangan saling menjelekan, dan menjatuhkan, namun yang paling utama kekompakan serta kebersamaan dalam tugas, jangan sampai nama Bupati dan Wakil Bupati tercoreng oleh isu-isu dan ulah yang tidak dibenarkan, semoga dengan kekompakan kalian Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahterah terwujud."tukasnya.
Pewarta :Anto
Redaksi, 02/05/19, dutasumsel.com

Percepat Penanggulangan Kemiskinan, TKPKD Muba Klaster 1 Gelar Rakor

dutasumsel.com.MUBA,- Dalam rangka mengentaskan kemiskinan, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengadakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, bertempat di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Kamis (2/5/2019) dipimpin langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba selaku Ketua Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga (Klaster) 1, H Rusli SP MM.

Tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Muba tahun 2019 ini adalah untuk mengetahui sejauh mana progres program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Muba yang sudah berjalan. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh peserta klaster 1 yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, RSUD Sekayu, BPS, Cabang BPJS, Bagian Hukum dan Bagian Kesra Setda Muba, TP PKK dan Baznas Kabupaten Muba.

Menurut Rusli, program klaster 1 ini merupakan bantuan yang sifatnya mengurangi langsung beban masyarakat dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama kelompok miskin.

Dirinya menghimbau, kepada seluruh OPD yang tergabung dalam klaster 1 agar menjalankan program pengentasan kemiskinan secara bersama-sama, dan sebelum melakukan atau memberikan bantuan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) selaku Wakil Ketua program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga (Klaster) 1.

“Saya ingin Tim yang tergabung dalam klaster 1 benar-benar difungsikan, sesuai dengan tugasnya mengendalikan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di daerah. Kepada pimpinan OPD kami harapkan agar dapat memaparkan progres program pengentasan kemiskinan di OPD nya masing-masing,”tegas Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra.

Sekretaris Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba , Drs Alias MM dalam laporannya menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang dapat menghambat program penanggulangan kemiskinan, antara lain pemberian bantuan tidak tepat sasaran, pemberian bantuan masih bersifat ego sektoral, belum optimalnya komitmen dan keterpaduan dalam menangani masalah kemiskinan dan sinergitas program/kegiatan penanggulangan kemiskinan hanya melibatkan program/kegiatan dari pemerintah daerah belum melibatkan pihak swasta.

Sementara itu Plt Kepala Dinsos Drs H Muhammad Jaya melaporkan telah banyak program yang dilakukan Pemkab Muba melalui Dinsos dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Muba. Anggaran di tahun 2018 sebesar 350 juta untuk program penanggulangan kemiskinan dan 332 juta sudah realisasi, selain itu ada juga bantuan program dari Kementerian Sosial seperti bantuan pemberian hewan ternak bagi kelompok masyarakat kurang mampu, dan bantuan usaha ekonomi produktif, serta Kerjasama dengan Baznas sudah ada tujuh unit rumah yang sudah dibedah dan bantuan sembako bagi parkir miskin dan program bantuan lainnya lagi.

Pewarta : Riansyah
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

JPKP BERSAMA WARGA AWASI PENGELOLAAN DANA DESA

dutasumsel.com.BANYUASIN, - Organisasi Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Cabang Banyuasin terus berusaha mengawal pembangunan desa demi terwujudnya kesejateraan warga yang pengelolanya melalui dana desa (DD).

Banyak hal yang menjadi temuan JPKP dilapangan dari mulai kurang trasparannya Pemerintah Desa, bangunan apa saja yang dibangunkan hingga ada kesan dana desa dikendalikan penuh oleh oknum Kades, ucap ketua JPKP Banyuasin Indo Sapri ketika di bincangi media ini, Kamis (2/5/19) diruang kerja jl. Reoseli Kelurahan Pangkalan Balai.

” Hasil investigasi tim kami dilapangan masih banyak kejangalan dalam pengunaan dana desa, dari kurang transparannya pengunaan dana dan hal ini dikeluhkan masyarakat yang tidak mengetahui apa saja yang sudah di bangunkan mengunakan dana tersebut, mulai dari perencanaan hingga direalisasikan untuk apa saja dan yang sudah dikucurkan pusat hampir mencapai ratusan triliun rupiah terkhusus Kabupaten Banyuasin,” ungkapnya.

Indo mencontohkan, seperti yang dilaporkan atas temuan tim di Desa Air Senggris Kecamatan Suak Tapeh, tidak ada papan transparansi, yang bisa diketahui masyarakat apa saja bangunan di Desa tersebut dari anggaran Dana Desa.

” Papan transparansi ini penting dan sudah jadi keharusan Pemerintah Desa memasang papan itu guna diketahui khalayak ramai demi terbuka seluas-luanya info pembagunan desa,” tegasnya.

Masih kata Indo, hal ini tentu patut di curigai dan tentu jadi tugas bersama, pihaknya juga berharap masyarakat dapat mengawasi pembangunan. Didesa masing-masing agar dana yang dikucurkan Pemerintah Pusat tidak sia-sia dan mubazir dikarenakan tidak tepat sasaran.

Terpisah Kades Air Senggris melalui Sekdesnya Juhar, menuturkan papan transparansi seblumnya ada namun tidak berapa lama hilang, “Sudah pak sebelumnya ada namun entah kenapa bisa hilang, bukan itu saja banyak barang di kantor Desa Air Senggris hilang, Seperti alat elektronik rata-rata banyak yang hilang. ujarnya.

Untuk lebih jelas dan lebih baik hubungi Kades langsung, bisa mendapat jawaban detailnya, seputar pembangunan didesa ini, imbuh Juhar.

Diakui sekdes memang Kepala Desanya jarang ada ditempat dan ditelpon juga jarang konek, mungkin kesibukan beliau yang memang banyak bisnis. Wartawan media ini yang mencoba menghubungi nomor Kades Air Singgris memang tidak sedang aktif.

Pewarta :Anto
Redaksi,02/05/19, dutasumsel.com

Asisten I Hadiri Pelepasan Siswa/i SIT Menara Fitrah

dutasumsel.com.INDRALAYA,- Asisten I Drs. Rahman Rasyidi mewakili bupati Ogan Ilir memberikan kata sambutannya dalam acara pelepasan siswa/i SIT Menara Fitrah. Acara ini juga dihadiri oleh  camat Inderalaya ibu Rahmini Nasrullah, MM yang juga merupakan salah satu wali siswa tingkat akhir jenjang SDIT.

Sambutan yang cukup menarik juga disampaikan oleh anggota DPR RI ust Drs. H. Mohd. Iqbal Romzie. Beliau adalah juga ketua dewan pembina SIT Menara Fitrah. Beliau menjabarkan betapa pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak. Sebagaimana Islam sangat memperhatikan hal-hal seperti ini. Sekolah Islam Terpadu (SIT) berusaha memadukan bukan hanya ilmu duniawi tetapi juga nilai-nilai positif pada diri siswa.
 Dan pada tahun ajaran 2018/2019, jumlah siswa/i yang menyelesaikan pendidikan akhirnya berjumlah 103 orang terdiri dari jenjang TK,  SD dan SMP.

Tentu saja, SIT Menara Fitrah yang sudah berdiri sejak tahun 2010 terus berusaha memberikan kontribusi terbaiknya buat kemajuan pendidikan di Ogan Ilir.

Pewarta : Umi Iin
Redaksi, 02/05/19, dutasumsel.com