NEWS

Slider

Bupati Ogan Ilir Pemindahan Pedagang Pasar Indralaya Harus dengan Tertib dan Sesuai Aturan

INDRALAYA,DS,  - Bupati OI HM Ilyas Panji Alam SE SH MM instruksikan pihak terkait agar pemindahan pedagang pasar dari pasar sementara (Lapangan Torpedo) ke pasar Indralaya OI. harus tertib dan sesuai aturan,"ujar Bupati OI saat memimpin kegiatan coffe morning di ruang rapat Bupati KPT Pemkab OI Tanjung Senai Indralaya, Senin (04/03/2019). Lebih lanjut Bupati OI HM Ilyas Panji Alam menambahkan pembangunan pasar Indralaya sebagai upaya pemerintah daerah untuk menertibkan para pedagang dan untuk memberikan rasa keamanan serta ketertiban baik bagi para pedagang maupun konsumen yang berbelanja di pasar tersebut. "Sebelum direnovasi pasar Indralaya terkesan kotor dan semraut sehingga tidak memberikan rasa aman serta nyaman bagi para pedagang maupun konsumen. Setelah direnovasi ini pasar Indralaya semakin tertib hal ini akan meningkatkan daya beli masyarakat karena pasar tersebut dikelola dengan manajemen yang baik." Tukasnya

Dalam kegiatan coffee morning ini membahas juga tentang Ngopi OI yang mana Bupati OI HM Ilyas Panji Alam menghimbau kepada seluruh OPD agar seluruh aspirasi yang disampaikan warga saat Ngopi OI harus segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat mendapat kepastian. "Kalau bisa dikabulkan permohonon tersebut segera dikerjakan, namun apabila tidak bisa dipenuhi keinginannya disampaikan dengan baik-baik tentang duduk permasalahannya."Pungkas Bupati OI.  Sebelum kegiatan Coffee Morning berlangsung didahului dengan Penandatangan MOU antara Kabupaten Ogan Ilir dengan Universitas Taman Siswa Palembang dan Penandatangan Nota Kesepahaman Antara Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ogan Ilir Tentang Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Dan Prekusor Narkotika.

Pewarta : Sanditya
Redaksi

OKI Mandira Dipasang Label Keluarga Miskin, 343 KPM PKH Mesuji Undur Diri OKI MANDIRA

KAYUAGUNG,DS, - Rumah keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersiap diberi label “keluarga miskin”. Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa penerima KPM PKH benar-benar keluarga miskin.

“Untuk keluar dari KPM PKH harus didasarkan oleh kesadaran masyarakat, istilahnya mengundurkan diri. Penulisan di dinding rumah sebagai salah satu cara untuk memastikan program pro poor atau kemiskinan ini tepat sasaran,” tutur Kepala Dinas Sosial OKI, H Amiruddin, Senin (4/3).

Di OKI, lanjut Amir, KPM PKH tercatat capai 35.526 keluarga yang tersebar di 18 kecamatan.
Pelabelan di rumah keluarga penerima manfaat PKH lebih dahulu telah dilaksanakan di Kecamatan Mesuji. Hasilnya, penurunan penerima PKH berkurang hinga 25 persen.
“Setelah ada rakor di pusat, kami bersama unsur tripika mengajak kepala desa dan masyarakat melakukan validasi ulang penerima PKH.

Kesepakatan bersamanya bahwa rumah penerima manfaat kita tulisi dengan cat semprot. Akhirnya banyak warga yang tadinya menerima justru enggan dicap sebagai keluarga miskin. Dengan kerelaan, mereka mengundurkan diri dari program tersebut,” tutur Muhlis Camat Mesuji OKI.

Mukhlis menjelaskan penerima PKH di Kecamatan Mesuji ada sebanyak 1.595 KPM. Setelah disosialisasikan bersama tripika, jumlah tersebut turun menjadi 1.252 KPM.
“Ya, ada 343 KPM dengan sukarela mengundurkan diri,” beber Muhlis.
Dia mengaku penempelan stiker tersebut menjadi salah satu cara untuk menyaring keluarga yang benar-benar masuk kategori miskin.

Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Shodiq mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI sedang bekerja keras untuk menanggulangi kemiskinan.
Ketepatan program pro kemiskinan seperti PKH, kata Shodiq, akan membantu pemerintah dalam menangani kemisikinan.
“Ini upaya penting agar kita semua mampu bersinergi untuk menekan angka kemiskinan,” papar Shodiq.

Pewarta : Arry P
Redaksi : Dutasumsel

Beranda OKI Mandira Sodiq Optimistis Turunkan Agregat Kemiskinan di OKI

KAYUAGUNG, DS,-Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), HM Djakfar Shodiq mengklaim optimistis jika agregat kemiskinan di OKI akan turun. Angka kemiskinan di OKI capai 15,28 persen pada tahun ini.
Di Sumsel, OKI berada pada urutan ke empat kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Untuk itu, pemerintah setempat menargetkan penurunan hingga 5,30 persen atau turun menjadi 9,98 persen.
“Saya berkeyakinan jika kita semua bekerja keras, memaksimalkan potensi yang ada serta bersinergi, maka penurunan kemiskinan 1 digit bisa kita wujudkan,” kata Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Shodiq saat membuka Raker Tim Pengendali Kemiskinan Kabupaten OKI di Aula Bappeda OKI, Senin (4/3).
Menurut Shodiq, pemerintah telah berupaya menekan angka kemiskinan melalui program pro poor yang digulirkan.

“Semua sudah bekerja, sekarang kita pastikan agar program pro kemiskinan itu tepat sasaran. Data kemiskinan jangan ditutup-tutupi, dan OPD diminta untuk evaluasi output program yang sudah digelontorkn ke masyarakat sudah mengena belum,” ujar Shodiq.

Sementara itu, Kepala Bappeda OKI, Makruf, CM, S. IP menambahkan penanganan masalah kemiskinan di OKI dihadapkan beberapa persoalan seperti basis data kemiskinan yang belum satu data, kondisi masyarakat yang dinamis, dan data masih bersifat rahasia.
“Khusus di OKI, penurunan angka kemiskinan sudah ada. Namun belum signifikan yang disebabkan beberapa faktor,” aku Makruf.

Faktor tersebut, lanjut Makruf, antara lain kondisi geografis Kabupaten OKI, program penanganan kemiskinan dari kementerian dan lembaga yang masih belum terintegrasi, ego sektoral, serta belum optimalnya Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada di OKI.

Untuk itu, Pemkab OKI telah merancang langkah strategis penurunan kemiskinan melalui 3 (tiga) langkah, yaitu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin melalui program perbaikan rumah layak huni, Jamkesmas dan pendidikan gratis.

Peningkatan pendapatan keluarga miskin melalui bantuan sarana prasarana pertanian/perkebunan, bantuan ternak, kelompok usaha kreatif dan program padat karya serta akan membentuk Unit Penanganan Teknis (UPT) penanggulangan kemiskinan.
“Seperti daerah lain, sudah berhasil menangani kemiskinan. Kami sarankan untuk dibentuk UPT khusus penaggulangan kemiskinan yang tugasnya mengupdate data kemiskinan, evaluasi kualitatif dan kuantitatif program-program pro poor,” jelas Makruf.

Pewarta: Arry P
Redaksi : Dutasumsel

Berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI Pindang Ikan terbanyak,Ini kata kepala Desa di Ogan Ilir.

INDRALAYA,DS, - Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir patut berbangga pasalnya Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berhasil mencetak Rekor Museum Indonesia (MURI) 1000 pindang Ikan.

Pemecahan rekor MURI ini melibatkan 900 Gerai yang terdiri dari seluruh Organisani Perangkat Daerah (OPD) Instansi Pendidikan dan TP PKK Kabupaten hingga TP PKK  Seluruh Desa di Bumi Caram Seguguk.

Salah Satu diantara gerai pindang Ikan yang ikut berpartisipasi dalam acara pemecahan rekor MURI tersebut adalah gerai pindang ikan dari Desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja, gerai yang menyuguhkan pindang ikan khas masyarakat pegagan.

Irwani Kepala Desa Belanti mengatakan sangat bangga Desa Belanti dapat berpartisipasi dalam pemecahan rekor penyajian pindang ikan," Bangga karena Desa Belanti dapat tercatat sebagai partisipan dalam pemecahan rekor MURI ini,"katanya.

Penyerahan piagam diserahkan langsung oleh Pengurus Muri kepada Bupati Ilyas Panji Alam SE SH MM dalam acara Gebyar Pendidikan dan kebudayaan yang digelar  di Gedung Serbaguna (Komplek Perkantoran Terpadu) KPT  Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir, minggu (03/03/2019).

Dalam sambutannya Bupati Ogan Ilir H M Ilyas Panji Alam menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi dan medukung menyukseskan pemecahan rekor MURI dalam penyajian pindang ikan di Ogan Ilir," Terima kasih untuk semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini,"ucapnya.

Pewaeta : Darius
Redaksi : Dutasumsel

SATLANTAS OGAN ILIR MENGAJAK PARA BIKERS SOSIALISASIKAN MELLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL 15 MARET MENDATANG

Add caption
INDRALAYA,DS, -- Jajaran Satlantas Polres Ogan Ilir menggelar kegiatan sosialisasi Mellenial Road Safety Festival (MRSF) di Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara kegiatan Kopi darat dengan para komunitas Bikers se Ogan Ilir dan Safety Riding pada hari Ahad 3 Maret 2019 yang ber Tempat  Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan yang Dihadiri oleh100 bikers.

Kegiatan ini diikuti ratusan pemuda dan pemudi yang berkerumun menyaksikan. Malahan Komonitas Bikers  se Ogan Ilir yang menyaksikan siap unttuk mensukseskan acara MRSF pada 15 Maret 2019 mendatang di Tanjung Senai Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Kapolres Ogan Ilir AKBP  Gazali Ahmad, melalui Kasat Lantas Polres Ogan Ilir Akp. Desy Aryanti  mengatakan jajaran Satlantas Polres Ogan Ilir  MRSF ini mengusung tema Mewujudkan Millenial Cinta Lalulintas Menuju Indonesia Gemilang.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP  Desy Aryanti pada kesempatan itu mengajak para Bekers untuk bergabung menjadi relawan lalulintas Indonesia.“Mari kita berkendara yang baik dan benar di jalan,” ungkapnya

Sementara  Iwan, salah satu relawan memperagakan mulai cara memakai helm yang benar bagi pengendara motor,“Kalau pakai helm jangan lupa dikunci sampai dengar bunyi klik,” ungkapnya.

Selanjutnya Iwan juga memperagakan cara berkendara yang baik dan benar di hadapan ratusan Bekers Kemudian Iwan mencoba memakai sepeda motor berputar- putar.

“Kalau mengendarai motor bisa memakai sarung tangan,” jelasnya,Kegiatan MRSF mendapat sambutan hangat dari para santri yang mayoritas anak-anak muda. Santri menyimak penjelasan petugas kepolisian dan relawan mengenai tata tertib berlalulintas.

Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

KABUPATEN OGAN ILIR 2019 MENDAPAT DANA TAMBAHAN SEBESAR 200 PERSEN DARI DANA DAK 2018

INDRALAYA, DS,- Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RepubIik Indonesia Prof Dr.Muhajir Efenddy.M.Ap dalam kunjungan kerjanya dikabupaten Ogan Ilir Ahad(3/3/19) yang dipusatkan di Perkantoran Terpadu Tanjung Senai serta dimeriahkan dengan acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019.

Prof Dr.Muhajir Efenddy.M.Ap saat diwawancarai Dutasumsel.com, mengatakan saya sangat mengapresiasi sekali acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 ini dikabupaten Ogan Ilir dengan diadakan  kegiatan ini yang menyajikan 1.000 Porsi Pindang Ikan Air Tawar seperti Pindang Ikan Baung, Pindang Belido Pindang Toman dan Pindang Ikan Gabus, Patin."ucapnya.

Lanjutnya, kegiatan yang dilaksanakan ini sangat unik dan berbeda dengan kabupaten lain yang ada di Indonesia, jadi harapan saya Gali Potensi Potensi Daerah yang masih Terpendam dan harus diangkat kepermukaan agar Budaya Budaya suatu Daerah bisa dikenal oleh seluruh Masyarakat Indonesia Umumnya dan khususnya Kabupaten masing masing. Dan saya juga banyak mencicipi pindang mulai Pindang Ikan Belido Pindang ikan Toman Pindang Ikan Patin tapi sayang saya gak tahan pedes."ungkapnya.

Sementara Bupati Ogan Ilir Ilias Panji Alam mengatakan banyak berterimakasih kepada Pak Mendikbud RI karena telah banyak memberikan bantuan untuk kabupaten Ogan Ilir ini seperti pada Tahun 2018  DAK untuk SD/SMP, Dana Bos & Bop(PAUD), serta Program Indonesia Pintar(PIP),dengan Total Dak untuk Sekolah Dasar(SD) Sebanyak 264 Sekolah Dasar sedangkan untuk SMP Sebanyak 80 Sekolah dengan Total Dana mencapai Rp.49.432.800.000,. Untuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima murid SD sebanyak 17.178 Siswa dengan Total Dana Rp.7.109.100.000, dan untuk SMP sebanyak 6275 Siswa dengan Total Dana Rp. 2.753.625.000. Dan pada tahun 2019 ini Kabupaten Ogan Ilir mendapat Dana Tambahan 200 Persen dari DAK tahun  2018, Dana DAK untuk  SD sebesar  Rp.43.181.767.000  dan untuk SMP sebesar Rp. 30.038.000.000."ucapnya.

Selanjutnya Bupati mengatakan,adapun tahun ini juga kita memberikan bantuan 800 unit komputer dan 200 Server kepada 70 sekolah dalam rangka pelaksanaan UNBK, dan Kabupaten Ogan Ilir juga yang pertama di Sumatera memberikan dana Pendidikan Profesi Guru ( PPG) secara full kepada 110 orang guru dan launching pesona Budaya 2019.

Adapun Festival Sajian Pindang Ikan Air Tawar ini untuk membuat Rekor Muri Sajian Pindang Terbanyak yang Berjumlah Lebih dari 1000 Pindang Ikan, Gerai yang turut Acara tersebut Berjumlah 900 Gerai dan lomba tersebut sudah menggunakan teknologi informasi. Penilaian menggunakan E -Voting yang bisa dilihat dari laman Youtube."ungkap Ilias Panji Alam" kepada Dutasumsel.com.

Pewarta : Sanditya/ Arry
Redaksi : Dutasumsel

GEBYAR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN OGAN ILIR MERAIH REKOR MURI DALAM PENYAJIAN 1000 PINDANG TERBANYAK

INDRALAYA, DS ,- Dalam acara Penyajian Pindang terbanyak di Kabupaten Ogan Ilir meraih Rekor Muri dan piagam penghargaan dari Museum Rekor Muri Indonesia kategori penyajian Pindang terbanyak diterima langsung oleh Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam, dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019.

Ribuan porsi pindang ikan air tawar disajikan di gerai 1.000 Pindang di Lapangan Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya, Ogan Ilir Ahad (03/03/19).

Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam menyampaikan, Tahun 2019 ini merupakan tahun budaya, untuk itu pada kegiatan yang disajikan 1.000 porsi pindang ikan air tawar. “Pindang ini ada beberapa jenis, mulai dari Ikan Baung, Belido, Gabus, serta ikan air tawar lainnya,” kata Ilyas.

Menurutnya, disamping pemecahan Rekor Muri  satu hal yang juga penting dari kegiatan ini adalah pelestarian salah satu jenis masakan khususnya yang ada di Ogan Ilir, pasalnya, di OI ini ada banyak jenis pindang.

“Penyajian pindang ini melibatkan berbagai elemen mulai dari lembaga sekolah PAUD, SD, hingga Dinas dan Badan di lingkungan Pemkab Ogan Ilir,” ujarnya.

Selain itu, pindang yang disajikan ini juga dilakukan penilaian melalui E -Voting dengan cara Upload ke Akun YouTube.

Sementara Mendikbud RI, Muhadjir Effendy mengapresiasi upaya pencatatan Rekor Muri Indonesia pada  Pemerintah Daerah kabupaten  Ogan Ilir ini. Menurutnya, upaya ini cukup bagus untuk melestarikan makanan khas Sumatera Selatan ini, ujarnya.

“Ini cukup bagus. Tadi juga sempat mencicipi, tapi karena saya orangnya kurang suka pedas jadi hanya sedikit. Tapi rasanya enak, ini bagus sekali” imbuhnya mengahiri bincang bersama para awak media yang hadir di Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Ilir di halaman perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya.

Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

DALAM RANGKA GEBYAR PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BESOK DI ADAKAN GERAI 8000 PORSI PINDANG PEGAGAN DAN PINDANG MERANJAT DI OGAN ILIR

INDRALAYA, DS, -- Dalam rangka Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komring Ilir, Warga Kabupaten Ogan Ilir bakal dibuat heboh, pasalnya besok hari ahad 3/3/2019 akan disajikan 8.000 porsi pindang yang merupakan kuliner khas Kabupaten Ogan Ilir dalam Gebyar Pendidikan yang akan berlangsung di Lapangan l Pemkab.Ogan Ilir Kompleks Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya, ahad(03/03/19) besok pagi.
Dikatakan Zulkarnain, salah satu panitia yang juga sebagai Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir mewakili kepala dinas mengatakan, acara ini merupakan program Kementrian dan Kebudayaan yang dikemas dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan dan akan dihadiri langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Selain 8.000 porsi Pindang Pegagan dan Pindang Meranjat, yang akan mengejar Record Muri juga akan mengetengahkan dan menampilkan ragam budaya yang berkaitan dengan Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komring Ilir.
“Pelaksanaannya khusus kuliner ini kita akan menyiapkan 1.000 meja, dalam 1 gerai pindang ada 8 potong ikan berarti akan didapati 8.000 porsi pindang ikan air tawar atau dengan sasaran ada 8.000 penikmat atau penyuka pindang ikan air tawar,” pungkasnya.
Pewarta : Arry
Redaksi : Dutasumsel

Polda sumsel beserta mahasiswa unsri berikan penyuluhan pada pelajar sma akan bahayanya narkoba

Palembang, DS, -- polda sumsel bersama mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas hukum Universitas Palembang angkatan XXXIII di SMA Negeri 12 Lorong Pancasila, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang Sabtu (2/3)yang memberikan bahaya narkoba dikalangan pelajar disambut baik oleh seluruh siswa siswi.

Dalam acara ini tin dari polda sumsel bersama mahasiswa mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja dan pemimpin yang amanah kepada para siswa dan siswi.

Sosialisasi bahaya narkoba disampaikan salah satu mahasiswa bernama Bambang Irawan mahasiswa Unpal yang juga sebagai anggota polidi yang bertugas  diSubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.serta sosialisasi kenakalan remaja yang disampaikan Aiptu Heri Kusuma Jaya atau yang lebih akrb dipanggil katim hergon diSubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Sebagai mahasuswa dan juga sebagai anggota polisi Bambang Irawan memaparkan di Sumsel khususnya dan Indonesia pada umumnya peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Sumsel sudah cukup tinggi dan sudah memprihatinkan, dari semua kalangan masyarakat. semua terjerat dengan namanya narkoba baik sebagai pemakai maupun pengedar.

"Kepada adik untuk menjauhi dan tidak mencoba coba menggunakan narkoba. Tapi kalau melihat ada peredaran atau pun penyalahgunaan narkoba segera laporkan kepada aparat setempat minimal ketua RT,"katanya.

Dihadapan para siswa dan siswi Heri Gondrong mengatakan banyak pelaku kriminalitas di Indonesia dilakukan oleh remaja, mengapa remaja banyak terlibat tindak kriminalitas. Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja terlibat tindak kriminal. Diantaranya pergaulan yang salah, dan pengaruh narkoba serta pengaruh dunia maya.

"Pergaulan yang salah bisa menjerumuskan kita kedunia kriminalitas, begitu juga penyalahgunaan narkoba. Kedua faktor inilah yang berujung seseorang melakukan tindakan kriminalitas. Untuk mau sukses mau pintar jauhi dan narkoba dan pergaulan yang salah,"pesannya.

Jika sudah menjadi pelaku kriminalitas, ujung ujungnya akan berhadapan dengan hukum yang rugi diri sendiri dan mendapat malu keluarga dan orang tua.

"Polisi dalam menegakkan hukum tidak pandang bulu, meskipun remaja kalau terlibat kriminalitas pasti ditindak,"jelasnya.

Sementara itu, Wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMAN 12 Palembang Priyanto menyambut baik KKN yang dilakukan oleh mahasiswa Unpal apalagi dalam KKN kali ini mahasiswa menyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja dan pemimpin yang amanah.

"Pihak sekolah sangat mendukung kegiatan KKN ini, dengan diberikan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba siswa siswi bisa mengetahui bahaya dari penyalahgunaan narkoba dan akibat dari kenakalan remaja,"ujarnya.

Selain penyuluhan dari pihak luar sekolah terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, pihak sekolah juga sering memberikan penyuluhan dan bimbingan terkait narkoba dan kenakalan remaja.

"Pihak sekolah tidak mentoleril siswa yang melakukan tiga pelanggaran diantaranya, tawuran, seks bebas hingga narkoba siswa yang terbukti melakukan tiga hal ini akan kami keluarkan dari sekolah,"terangnya.

Pewarta : San Lbs
Editor/ Redaksi : Dutasumsel

NARKOBA JENIS SABU-SABU SEBERAT 40 KILOGRAM DAN 12 KG EXTASI BERHASIL DI GREBEK SATRESKRIM DAN DITRESNARKOBA POLDA SUMSEL

PALEMBANG,DS,---Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 40 kilogram dan 12 kilogram ekstasi gagal beredar di Sumsel. Ini setelah polisi Satreskrim Polresta Palembang bersama Ditresnarkoba Polda Sumsel menggrebek dua kamar hotel di Palembang dan menemukan dua narkoba tersebut.

Penggrebekan narkoba yang terjadi, Jumat (1/3) malam tersebut dibenarkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. "Benar anggota kita mengamankan sabu 40 kilogram dan ekstasi 12 kilogram di dalam dua kamar hotel. Satu pelaku ditangkap di hotel yang berada di kawasan Demang Lebar Daun dan satu lagi hotel di kawasan Basuki Rahmat," ujar Kapolda kemarin.

Kapolda didampingi Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Halmansyah SIk MH menerangkan, ditemukannya sabu 40 kilogram dan ekstasi 12 kilogram dari hasil pengembangan dari informasi yang diberikan Polda Metro Jaya. Diman informasinya menyebutkan akan ada pengambilan narkoba dalam jumlah besar di Palembang.

"Selain jumlah narkoba yang terbilang sangat besar kita dapat. Kita juga mengamankan para tersangka di dua hotel berbintang tersebut. Para pelaku ini masih masuk jaringan Letto dan jaringan Bandung yang beberapa waktu lalu ditangkap Polda. Untuk penanganannya mau diambil Polda Metro Jaya atau Polda Sumsel masih dikoordinasikan. Terpenting sabu 40 kilogram dan ekstasi 12 kilogram telah kita amankan, sehingga tidak sempat diedarkan," tandasnya.

Sementara, tersangka Riska dan Abdi saat diwawancarai menjelaskan, dirinya hanya menyambut barang tersebut di dalam hotel. Dan sekali mengantarkan barang masing-masing mendapat upah Rp 10 juta. "Kami tidak tahu barang tersebut dari mana. Rencananya sabu dan ekatasi itu akan kami antar ke Jakarta dengan menggunakan kereta. Dapat upah hanya Rp 10 juta," pungkasnya. 

Pewarta : San Lbs
Editor/Redaksi : Dutasumsel