NEWS

Slider

Ini Pesan Presiden ke Gubernur aceh


ACEH, DS - Presiden Joko Widodo dalam perjalanannya menuju Turki singgah sejenak di Provinsi Aceh untuk bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Kepada pasangan tersebut, Kepala Negara berharap agar Pemerintah Provinsi Aceh memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menciptakan situasi yang kondusif bagi investasi di wilayah yang dipimpinnya.

"Tunjukkan bahwa Aceh aman sehingga investor mau berinvestasi di Aceh. Image Aceh tidak aman harus betul-betul dihilangkan," ucap Presiden Joko Widodo kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah di ruang tunggu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Rabu 5 Juli 2017.

Presiden dan Ibu Negara sendiri dalam kesempatan tersebut hadir di DPRA pada pukul 10.30 WIB. Sesampainya di sana, Presiden dan Ibu Iriana langsung memberikan ucapan selamat kepada keduanya setelah dilantik dan diambil sumpahnya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRA yang dimulai pada pukul 09.15 WIB. Presiden juga sempat bertemu dengan Gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar.

Dari DPRA, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menuju Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, untuk melanjutkan penerbangan menuju Ankara Turki pada pukul 11.20 WIB.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana ialah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Siap Hadiri KTT G20 Di Jerman

JAKARTA, DS - Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman, pada 7-8 Juli 2017. Di KTT ini, Presiden akan menyampaikan pesan agar G20 dapat menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global. Utamanya dalam menghadapi ancaman terorisme di mana Presiden akan menjadi pembicara utama dalam sesi tersebut.

Terkait ekonomi dan keuangan global, Presiden akan menyinggung pentingnya aksi bersama anggota 20 dalam memerangi penggelapan pajak. Mengingat G20 harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan berimbang.

Tak lupa, di sela-sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pimpinan negara sahabat, salah satunya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sebelum tiba di Hamburg, Jerman, Presiden terlebih dahulu akan berkunjung ke Turki. Kunjungan ke Turki merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta pada tahun 2015 yang lalu.

Selain itu, Presiden juga akan memanfaatkan kunjungan tersebut untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang. Di antaranya bidang ekonomi, industri strategis, hingga pemberantasan terorisme.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan akan bertolak ke Turki dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Rabu, 5 Juli 2017 pukul 07.20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dan diperkirakan tiba di Ankara Turki pada Rabu malam, (05/07/2017).

Presiden beserta rombongan direncanakan akan kembali tiba di Tanah Air pada Minggu, 9 Juli 2017 mendatang.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan tersebut di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Plt. Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah terlebih dahulu hadir di Turki untuk mempersiapkan kedatangan Presiden.

Tampak melepas keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Sektor Hulu Tak Dibenahi, Indonesia Bakal Terus Kebanjiran Impor Migas

JAKARTA, PP - Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ahmad Wijaya meminta pemerintah untuk benar-benar mengelola sektor hulu migas agar impor migas yang cenderung naik bisa ditekan.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas Mei 2017 mencapai US$1,82 miliar atau naik 10,54 persen dibanding April 2017, sedangkan jika dibanding Mei 2016 meningkat 9,10 persen.

Soal impor, kata Ahmad, memang tidak bisa ditutup semua, namun tetap harus ada usaha keras dari pemerintah untuk benar-benar mengelola hulu migas. Jika tidak, maka sektor hilir, akan terus dibanjiri impor. Ujungnya, industri tertekan dan tidak memiliki daya saing.

"Impor terus terjadi sebab Pemerintah belum serius menarik investasi industri hulu berbasis minyak nan petro chemical yang secara pertumbuhan turun ke industri intermediate baru ke industri hilir," tegas Ahmad, kepada media, Senin (3/7).

Menurut Ahmad, jika pemerintah mendorong menarik investasi ke sektor tersebut, maka secara palan pasti, impor migas akan bisa dikurangi secara drastis.

"Jika tidak dibenahi, kondisi impor tiap tahun naik, dari konsumsi harian seperti bawang sampai gula masih tinggi impornya," ujar Ahmad.

Catatan BPS, secara total, nilai impor Indonesia Mei 2017 mencapai US$13,82 miliar atau naik 15,67 persen dibanding April 2017. Bahkan, jika dibandingkan Mei 2016 melonjak hingga 24,03 persen.

Tiongkok jadi negara pemasok barang impor nonmigas terbesar  dengan nilai US$13,67 miliar (26,12 persen), Jepang US$5,82 miliar (11,12 persen), dan Thailand US$3,77 miliar (7,21 persen).

Khusus sektor migas, Ahmad menegaskan, agar impor yang membanjiri sektor hilir bisa benar-benar dikurangi, Indonesia perlu 10 pabrik baru petrochemical seperti Chandra Asri. Jika 10 pabrik itu sudah ada, hasil produksinya pun tak boleh lagi diekspor namun digunakan untuk  kepentingan mendukung industri dalam negeri.

"Baru industri hulu, intermediate sampai hilir bertumbuh. Saat ini kondisi kita di industri banyak melakukan paralel impor dan produsen. Jadi cash cost tinggi di semua linier," tegasnya.

Pemerintah dinilai tak pernah serius mengembangkan industri hulu minyak dan gas Tanah Air. Terbukti, investor tak tertarik menanamkan modalnya di sektor ini.

Bukti lain tak seriusnya pemerintah adalah dengan tingginya impor di hilir migas. Hal ini terjadi karena bagian hulu tak diurus dengan baik, sehingga tidak mencukupi kebutuhan hilir.

Persoalan tetap tingginya impor di sektor migas, juga berkolerasi dengan kepentingan para trader. Kata Ahmad, sektor migas masih banyak melayani trader. Sementara untuk meyakinkin investor refinery masih perlu waktu lama.

"Masih panjang, kemungkinan satu periode Pemilu lagi belum tentu ada hasil maksimal sebab RUU migas masih blum tuntas," ujar Ahmad.

Presiden Puji Anak Muda Kembangkan Brand Lokal

JAKARTA, DS - Presiden Joko Widodo bersama keluarga singgah di kedai kopi yang berada di Jl Cipete Raya, Jakarta, Minggu (02/07/2017). Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kedua putra putrinya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep berada di warung kopi tersebut selama hampir 30 menit.

Tiba pada pukul 11.30 WIB, Presiden disambut Andanu Prasetyo atau yang sering dipanggil Tyo, pemilik kedai kopi tersebut. Presiden memuji usaha yang dimiliki Tyo karena mengedepankan produk lokal. Semua biji kopi yang digunakan dalam proses kopi tersebut berasal dari dalam negeri.

“Saya sangat mengapresiasi ini brand lokal, brand tradisional yang sukses ciptaannya anak-anak muda, untuk mengembangkan brand-brand lokal, brand tradisional yang seperti ini,” ujar Presiden.

Saat mengantri, Presiden menanyakan kopi yang paling enak kepada kasir kedai kopi tersebut. “Kopi apa yang paling enak?” tanya Presiden. Kopi susu tetangga adalah minuman yang direkomendasikan Tyo.

Presiden bersama Ibu Iriana memilih tempat di pojok kedai kopi tersebut untuk berbincang-bincang dengan Tio. “Dulu jenis kopi tidak sebanyak sekarang, hanya kopi hitam saja,” ucap Ibu Iriana.

Sekira pukul 12.00, Presiden bersama keluarga meninggalkan kedai kopi tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah makan di kawasan Sunter.

Setelah makan siang bersama keluarga, Presiden membeli makanan khas Betawi kerak telor. Presiden membelinya di kawasan Kemayoran. Dua kerak telor yang dibeli Presiden senilai Rp. 50.000.

Di kedua tempat itu, baik di kedai kopi dan saat membeli kerak telor, Presiden menyapa dan berswafoto dengan masyarakat.

Dengan Suguhan Teh dan Bakso, Presiden Jokowi Terima Obama di Kebun Raya Bogor

JAKARTA, DS - Awan mendung yang mengitari Kota Bogor, Jawa Barat, tidak mengurangi kehangatan pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat sore (30/06/2017)

Obama yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda dipadukan dengan celana panjang berwarna gelap, tiba di Istana Kepresidenan Bogor pada pukul 15.30 WIB. Kedatangan Obama disambut langsung oleh Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta putra Presiden, Kaesang Pangarep.

Saat memasuki Istana Kepresidenan Bogor, Obama terlebih dahulu mengisi buku tamu dan kemudian memasuki ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor untuk kemudian berbincang santai di beranda belakang.

Setelahnya, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih kemudian mengajak Obama menuju Cafe Grand Garden, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan Istana Bogor dengan menggunakan golf cart.

Tiba di Cafe Grand Garden yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi dan Obama kemudian menikmati hidangan teh dan beragam jajanan pasar, seperti onde-onde, talam ubi, kue mangkok, panada cakalang, dan lemper ayam.

Saat tengah berbincang selama 10 menit, hujan pun turun, sehingga keduanya berpindah ke ruangan balkon cafe. Kali ini, bakso kuah menjadi jamuan yang menemani perbincangan keduanya di tengah hujan yang mengguyur kawasan Bogor.

Setelah berbincang cukup lama, Presiden Jokowi dan Obama pun mengakhiri pertemuan tersebut dengan berfoto bersama dan pada pukul 16.30 WIB, Obama meninggalkan cafe tersebut untuk kembali ke Jakarta dengan berkendaraan mobil.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan di tengah-tengah liburannya ke Indonesia, Obama telah meluangkan waktu untuk minum teh bersama Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.

Retno menjelaskan bahwa undangan Presiden Jokowi kepada Obama sudah mulai disampaikan sejak awal 2015. "Undangan berlibur ke Indonesia diulang kembali pada saat Presiden Jokowi berkunjung ke Washington DC Oktober 2015," ucap Retno.

Setelah Obama tidak menjabat lagi sebagai presiden, Presiden Jokowi kembali mengundang Obama untuk berlibur ke Indonesia.

"Presiden mengirim undangan tertulis kepada Obama untuk berlibur ke Indonesia," ujar Retno.

Sebelum tiba di Jakarta siang tadi, Obama terlebih dahulu menghabiskan waktunya di Indonesia dengan mengunjungi Pulau Bali pada tanggal 23-28 Juni 2017, dan Yogyakarta pada 28-30 Juni 2017.

Esok hari, Sabtu 1 Juli 2017, rencananya Obama akan menjadi pembicara dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4.

Ekonom Ingatkan Bahaya Kepentingan Asing di Sektor Tembakau

JAKARTA, DS - Impor tembakau yang tidak terkontrol dipastikan membuat kalangan petani di dalam negeri kian terdesak. Diperlukan kebijakan roadmap agar impor tembakau secara perlahan dikurangi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2012 impor tembakau tembus hingga 151 ribu ton. Kemudian di 2013 mencapai 135 ribu ton, kemudian 2014 tercatat impor tembakau mencapai 111 ribu ton. Adapun pada 2015 impor tembakau mencapai 81 ribu ton, dan di 2016 tercatat impor tembakau 91 ribu ton.

Ekonom senior Institut Pertanian Bogor (IPB), Ricky Avenzora, mengemukakan, dinamika penguasaan impor tembakau tersebut dapat diibaratkan sebagai "7th-phase of trickle down effect" (fase ke 7 dari dampak negatif) yang harus ditanggung bangsa Indonesia akibat kebodohan politik dagang internasional yang dijalani selama ini.

"Pada fase pertama hingga ke enam, kita semua telah membiarkan industri tembakau kita dihancurkan oleh isu bahaya merokok, membiarkan petani tembakau kita dilemahkan oleh pelaksanaan rezim pajak progresif tembakau,  membiarkan "runtuhnya" industri rokok kita, hingga membiarkan industri rokok kita diakuisisi oleh negara asing yang jadi pesaing kita," jelas Ricky, saat dihubungi media, Selasa (20/6)

Paling parah, membiarkan bangsa asing menarik rente ekonomi melalui berbagai kedok "foundation". Ricky menambahkan, pada fase ke 7 ini, asing bukan saja sedang ingin melumpuhkan para petani tembakau, melainkan juga sedangan secara sistematis membunuh petani tembakau kita.

Semua itu, kata Ricky, berbagai warning bahaya itu mestinya sangat mudah dipahami oleh para akademisi. Sayangnya banyak akademisi bukan saja tidak mempunyai integritas kebangsaan, melainkan jadi kepentingan asing dalam melumpuhkan kepentingan Indonesia sembari menerima dana-dana asing.

"Selama rezim pemerintah yang  berjalan masih dikelililingi para "mafia rente", maka pemerintah akan selalu plintat-plintut dan tidak akan pernah menyadari semua bahaya itu," tegasnya.

Situasi kian runyam dan buruk sejalan dengan diberlakukan nya "global first politic" oleh Rezim Jokowi, dan menjadi lebih buruk lagi bersamaan dengan tidak terukurnya proyeksi dan kepastian manfaat pembangunan dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Menurut Ricky, ambisi keberhasilan Rezim Jokowi yang  diorientasikan pembangunan infrastrukur secara serentak melalui skema  utang dan konsesi pada dan untuk bangsa asing, hanyalah memberi kepastian manfaat jangka pendek bagi kontraktor dan supliernya.

Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, nilai ekonomi infrastruktur yang dibangun masih sangat diragukan.

"Jika dikaitkan dengan dinamika tersebut, maka semua petani tembakau perlu bersiap-siap untuk terpaksa menjual lahan mereka atas berbagai skenario okupasi yang sangat tidak bermoral melalui banyak pihak," pungkas Ricky.

KMP Unsri Bagi Sembako Gratis

PRABUMULIH, DS - Menjelang Hari Raya Iedul Fitri 1438 H, Keluarga Mahasiswa Prabumulih (KMP) UNSRI menyalurkan sebanyak 200 paket sembako lebaran. Kegiatan Penyaluran paket sembako ini diserahkan langsung kepada 200 orang Masyarakat yang kurang mampu di Kota prabumulih di halaman TK Ladas Berendai Jl Padat Karya Rt 02, Rw 03 Kel. Tugu Kecil, Rabu (21/06/2017).

Ketua Pelaksana kegiatan pembagian sembako gratis ini, Depta Arius menuturkan, penyaluran paket sembako  kepada 200 orang Masyarakat yang kurang mampu ini bertujuan untuk membantu meringankan biaya hidup para Masyarakat yang kurang mampu serta saling berbagi kebahagiaan antar sesama.

"Semoga paket sembako ini bisa bermanfaat bagi para mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa UNSRI asal Prabumulih mengumpulkan dana dengan cara melakukan penggalangan dana ke semua sekolah yang ada di Kota Prabumulih, melakukan penggalangan dana turun kejalan, serta menggalang dana melaui via transfer yang peyebaran informasinya di lakukan  di media sosial.

Uang yang terkumpul itulah mereka belikan Paket sembako yang akan diterima oleh 200 orang Masyarakat yang kurang mampu di Kota prabumulih ini  yang terdiri dari susu, gula, minyak goreng, dan lainnya.

Pantauan dilapangan, kegiatan tampak dihadiri oleh Asisten I Tata Pemerintahan H.M Kowi, MS.i dan beberapa pegawai pemerintah Kota Prabumukih serta masyarakat.

"Penyerahan paket sembako ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan berguna dalam menyambut hari raya Iedul Fitri, serta dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinu setiap tahunnya.”ujar M Kowi menjawab wartawan.

Wawako : Kembalikan Fungsi Masjid Sebagaimana Mestinya

PRABUMULIH,DS- Pembinaan Pengurus Takmir Masjid, Muadzin, dan MC Se-Kota Prabumulih dilaksanakan di Aula RSUD Kota Prabumulih, Selasa (20/06/2017). Pelaksanaan pembinaan ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah, KEMENAG, dan MUI Kota Prabumulih. Pembinaaan ini dihadiri oleh 150 orang dari 50 masjid Se kota Prabumulih, yang setiap masjidnya mengirim 3 orang perwakilan untuk mengikuti pembinaan tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Kota Prabumulih, H. Andriansyah Fikri SH, menuturkan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan pembinaan agama seperti ini yang  pastinya akan membawa dampak yang positif bagi kehidupan bermasyarakat.

“Pembinaan Pengurus Takmir Masjid, Muadzin, dan MC Se-Kota Prabumulih sangat penting dilaksanakan karena salah satu kondisi masyarakat itu bergantung pada keadaan para pengurus masjidnya, semakin baik kondisi pengurus masjid maka keadaan masyarakat juga akan semakin baik, dan sebaliknya jika kondisi pengurus masjidnya buruk maka keadaan masyarakat juga akan semakin memburuk, oleh karena itu pembinaan dengan ilmu dan pengetahuan sangat berguna bagi kelangsungan masjid sebagai rumah ibadah dan masyarakat, dan Pemerintah Kota sangat mendukung acara-acara seperti ini.” tuturnya.

Dalam kesempatan ini juga, demi mencapai Prabumulih PRIMA yang berkualitas, H. Andriansyah Fikri SH mengajakkembalikan fungsi masjid ke tempat semula, yaitu sebagai rumah ibadah umat islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta tempat untuk menjalin silatuhrahim, bukan sebagai tempat penyebaran fitnah, penyebaran kebencian, dan lain sebagainya. Jangan sampai perbedaan membuat perpecahan di antara masyarakat, dan semoga kita dapat bersama-sama dapat menjaga kesatuan dan perdamaian di kota tercinta ini.” Ujarnya.

Ini Data Warga Binaan Rutan Prabumulih Penerima Remisi

PRABUMULIH, DS – Pemberian jatah remisi atau pengurangan masa hukuman jelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah telah diusulkan pihak rutan kelas II B Prabumulih untuk tahun 2017 ini.

“Setiap tahun, pemerintah pusat telah memberi remisi bagi warga binaan yang telah mendekati masa bebas tahanannya yang bertepatan dengan hari besar. Kali ini dari 146 nama warga binaan, sebanyak 6 orang diusul untuk menerima jatah remisi diantaranya, Adrian Jaya Saputra bin Taufik selama 15 hari, Dedi Hermawan bin Yancik selama 15 hari, Fitriadi bin Otong Suhandi selama 1 bulan, Wahyudi Ramadhan bin Candra selama 1 bulan, Welianto bin Jontomi selama 1 bulan, dan Putri binti Rubi selama 15 hari.” Jelas Kepala Rutan kelas II B, Ronaldo De Vinci Talesa, A.Md, IP, SH, melalui Kambsip Pelayanan Tahanan, Hermiadi, S.Sos, yang ditemui Selasa siang tadi (20/06/2017) di ruangannya.

Hermiadi menambahkan juga usulan nama tersebut tinggal menunggu surat keputusan remisi dari pusat H-1 idul fitri tahun ini. (zah)

Tebar Kebahagian di Bulan Ramadan, IKASA Gelar AIR 3

PALEMBANG, DS – Di bulan Ramadhan tiap tahunnya, IKASA atau Ikatan Pemuda Peduli Sosial yang bermarkas di Jalan Famili 4 Siring Agung, Palembang, selalu dipadati dengan kegiatan amal, baik pengumpulan donasi, penjualan makanan ringan ala IKASA, merchandise, dll, dan penyerahan donasi yang terkumpul kepada instansi atau orang yang membutuhkan dan layak menerima bantuan yang tersebut.

Actions in Ramadhan jilid 3 (AiR 3), Sabtu s/d Minggu (17 s/d 18/06/2017), menjadi judul besar kegiatan amal IKASA tahun ketiga ini. Agenda hari pertama yaitu pembagian donasi berupa sajadah, mukena, pengharum ruangan, kurma dengan total per paketnya Rp 519 ribu di 10 masjid Palembang, selain itu, pembagian takjil on the road yang tak kalah meriah dimana keseluruhan anggota IKASA membagikan takjil langsung kepada orang yang membutuhkan di beberapa titik pusat keramaian masyarakat.

Agenda AiR 3 pada hari kedua yaitu pelaksanaan bakti sosial (baksos) dengan memberikan donasi pakaian, jilbab, buku, dll, kepada anak-anak penghuni Panti Asuhan Cahaya Umi Palembang. Selain pembagian donasi, acara di panti tersebut juga diisi acara perlombaan, mulai dari adzan, fashion show jilbab, sambung ayat hingga menggambar estafet yang menambah rasa keakraban dan kebersamaan anak-anak panti. Acara AiR 3 ditutup dengan agenda buka bersama (bukber) anggota IKASA dan anak-anak panti tersebut.

“Dari rangkaian kegiatan Actions in Ramadhan tahun ketiga kali ini, semoga IKASA terus mengembangkan scope penerima donasi, terutama adik-adik panti. Tidak hanya berupa bantuan dana dan barang, tapi juga berupa keterampilan dan pembelajaran sehingga mereka terus tumbuh dan berkembang dan menjadi generasi terbaik penerus bangsa.” Papar M. Roby Juliansyah, founder IKASA, Minggu (18/06/2017). zah